Daerah

PT Semen Tonasa Dorong Daya Saing UMKM Lewat Penerapan Standar K3

124
×

PT Semen Tonasa Dorong Daya Saing UMKM Lewat Penerapan Standar K3

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, MAKASSAR— PT Semen Tonasa menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Komitmen itu disampaikan dalam Seminar Nasional K3 bertajuk “Revitalisasi Peran UMKM melalui Penerapan Standar K3 dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Sulawesi Selatan” yang digelar di Pinisi Ballroom Hotel Claro, Makassar, Rabu (21/1/2026).

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, yang diwakili Manager Plant OHS PT Semen Tonasa, Sjarifuddin Said, hadir sebagai narasumber dan memaparkan peran perusahaan dalam pemberdayaan UMKM melalui penerapan K3 sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Sjarifuddin menegaskan bahwa K3 tidak hanya relevan bagi industri skala besar, tetapi menjadi fondasi penting bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas, mutu usaha, serta keberlanjutan bisnis. “Penerapan K3 membantu UMKM menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sehingga berdampak langsung pada kinerja dan daya saing,” ujarnya.

Baca Juga:  Hanya 2 Kades Petahana Menang, Berikut Hasil Pilkades di Kecamatan Patimpeng

Melalui program TJSL, PT Semen Tonasa secara konsisten mendorong UMKM binaan agar memiliki pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya K3. Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang aman, sehat, dan berorientasi pada kualitas.

Seminar Nasional K3 tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Dewan K3 Provinsi Sulawesi Selatan, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengukuhan sebagai wujud komitmen bersama dalam penguatan budaya K3 di Sulsel.

Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman itu menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel Jayadi Nas, serta Direktur Bina Sistem Pengawasan K3 Kementerian Ketenagakerjaan RI Yuli Adiratna.

Baca Juga:  Juli 2021, Bone Serap KUR Sebesar 706,28 Miliar 

Seminar juga dihadiri perwakilan berbagai instansi pemerintah, perusahaan, asosiasi, dan pelaku UMKM. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan tingginya kepedulian bersama terhadap penerapan standar K3 sebagai strategi peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha di Sulawesi Selatan.

 

(MUN)*