Daerah

Gandeng ICRAF, Bone Mulai Terapkan Skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi

745
×

Gandeng ICRAF, Bone Mulai Terapkan Skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Pemerintah Kabupaten Bone mulai menerapkan Skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) sebagai bagian dari upaya mendorong tata kelola lingkungan yang berkelanjutan di tingkat desa.

Sosialisasi yang dihadiri Ketua Apdesi Bone H. Rusli bersama pulihan kepala desa berlangsung di Hotel Helios Bone, Kota Watampone? pada Kamis (25/9/2025).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M., Pj. Sekda Bone A. Saharuddin, S. STP., M. Si.

Hadir pula Kepala Kerjasama Pembangunan Pemerintah Canada Alice Birnbaum, Global Affairs Of Canada Hari Basuki, Direktur Cifor Icraf Sonya Dewi, Cifor Icraf Muhammad Syahrir, Cifor Icraf Feri Johana, Cifor Icraf Pijar Anugrah.

Baca Juga:  PT Semen Tonasa Ikut Dukung Penyelesaian Proyek Overpass KAI di Bungoro

Skema ini akan diterapkan pada tahun anggaran 2025 dan mencakup seluruh 328 desa di Bone.

TAKE merupakan bagian dari Ecological Fiscal Transfer (EFT), mekanisme insentif fiskal yang mengaitkan alokasi anggaran dengan kinerja ekologi. Dasarnya diatur dalam UU No. 32 Tahun 2009 dan diperkuat melalui PP No. 46 Tahun 2017. Skema ini menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan yang menginternalisasi aspek lingkungan hidup.

Penerapan TAKE di Bone dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2024, yang menetapkan indikator performa desa, termasuk indikator ekologi, sebagai dasar pembagian Dana Desa dan bagi hasil pajak/retribusi.

Kebijakan ini dirumuskan bersama pemangku kepentingan untuk memastikan keadilan dan kesesuaian dengan kondisi lokal.

Baca Juga:  Ini 14 Tilok Pemeriksaan Swab Antigen CPNS Lutra yang Direkomendasikan Satgas COVID-19

Program ini didukung oleh ICRAF Indonesia melalui program Land4Lives, bekerja sama dengan Global Affairs Canada (GAC).

Tujuannya, memperkuat kapasitas petani dan kelompok rentan dalam menghadapi perubahan iklim, sekaligus memperkuat tata kelola lingkungan dari desa.

Wakil Bupati Bone mengapresiasi dukungan ICRAF yang telah membantu Bone meraih dua penghargaan lingkungan. Ia menekankan pentingnya menanam kembali dan mencegah eksploitasi alam yang berlebihan.

“Kami akan terus melanjutkan program TAKE. Penguatan dari bawah, terutama dari desa, adalah kunci pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Bone juga fokus pada penanganan sampah sebagai bagian dari upaya meraih kembali penghargaan Adipura. Pemkab akan mendistribusikan motor pengangkut sampah ke desa-desa sebagai bentuk dukungan nyata.

Baca Juga:  Luwu Utara Terpilih sebagai Penyelenggara Program Sekolah Penggerak di Sulsel

Sebanyak 100 desa akan menjadi penerima manfaat tahap awal skema TAKE, dan penerapannya akan terus diperkuat hingga 2026. Pemerintah daerah berkomitmen melibatkan semua pihak untuk memastikan keberhasilan skema ini.

 

(AJ)*