Daerah

Tanamkan Demokrasi Sejak Dini, KPU Bone Sasar Pelajar SMAN 1 Bone

38
×

Tanamkan Demokrasi Sejak Dini, KPU Bone Sasar Pelajar SMAN 1 Bone

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi peserta didik SMAN 1 Bone, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran demokrasi generasi muda agar mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAIN Bone. Sejumlah komisioner KPU Bone hadir sebagai narasumber, yakni Abdul Azis, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia; Zainal, Divisi Teknis Penyelenggaraan; serta Nuryadi Kadir, Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi.

Turut hadir Kepala Subbagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Bone, Rita Febriyanti, bersama staf.

Baca Juga:  Tim SAR Brimob Bone Gercep Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Poros Bone Makassar

Dalam sambutannya, Abdul Azis menegaskan bahwa setiap warga negara yang memenuhi persyaratan memiliki hak untuk menentukan pilihan dalam pemilu. Namun, kebebasan tersebut perlu disertai pemahaman dan pertimbangan yang matang.

Menurutnya, pendidikan pemilih penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan emosi untuk memengaruhi pilihan politik.

“Pendidikan pemilih diperlukan agar masyarakat mampu mempertimbangkan pilihannya secara bijaksana. Tanpa pemahaman yang memadai, kebebasan memilih dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memainkan emosi pemilih,” ujarnya.

Materi selanjutnya disampaikan Zainal, S.Sos., M.Si., yang menekankan pentingnya pendidikan demokrasi bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai demokrasi perlu terus diperkenalkan dan dipahami agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga:  Petani di Lilina Ajangale Dilatih Peningkatan Kapasitas, Pemateri dari 'Spanyol'

Sementara itu, Nuryadi Kadir, S.Sos., M.A., mengangkat fenomena politik fandom, yakni kecenderungan mengidolakan tokoh atau kelompok politik secara berlebihan.

Ia menjelaskan bahwa sikap tersebut berpotensi membuat seseorang mengabaikan fakta dan kebenaran demi membela pihak yang didukung.

Pembahasan tersebut mengajak para siswa untuk membangun sikap kritis dalam menyikapi informasi politik, memeriksa kebenaran informasi, serta tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah siswa aktif menjawab pertanyaan yang diajukan tim KPU Bone dan memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Melalui kegiatan ini, KPU Bone berharap pendidikan pemilih dapat menjangkau kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang memahami hak dan tanggung jawabnya dalam demokrasi serta mampu menentukan pilihan berdasarkan informasi yang benar dan pertimbangan rasional.

Baca Juga:  Pangkep Masuk 40 Besar Nasional, Raih Predikat Baik dalam Evaluasi Pengelolaan Pengaduan Kemendagri

(Ju)*

Tinggalkan Balasan