KABARTA.ID,BONE— Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., (BupAAS) membagikan kisah perjalanan hidupnya kepada peserta pelatihan vokasi. Pernah menjadi tenaga kerja, tukang kebun, belajar menjahit hingga berjualan alat bangunan, ia menekankan bahwa setiap pekerjaan dapat menjadi bagian dari proses menuju keberhasilan.

Pesan tersebut disampaikan Andi Asman saat menghadiri Sinergitas Pelatihan Vokasi Nasional Kabupaten Bone Batch V Tahun 2026 di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone, Selasa (6/10/2026)
Menurut Andi Asman, tantangan utama dalam program pelatihan bukan terletak pada proses belajar, melainkan bagaimana peserta mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan nyata.
“Pelatihan ini sebenarnya mudah, yang agak susah itu implementasinya, realisasinya,” ujar Andi Asman.
Karena itu, ia meminta peserta tidak menjadikan sertifikat sebagai tujuan akhir. Keterampilan yang diperoleh selama pelatihan harus menjadi modal untuk bekerja, membuka usaha, maupun menciptakan peluang kerja bagi orang lain.
Di hadapan peserta, Andi Asman kemudian menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi Bupati Bone.
“Saya juga tidak langsung jadi seperti ini. Saya pernah jadi tenaga kerja, pernah jadi tukang kebun, pernah menjahit, dan pernah jual alat bangunan,” ungkapnya.
Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa tidak ada pekerjaan yang perlu direndahkan selama dilakukan dengan sungguh-sungguh. Yang terpenting, setiap kemampuan terus diasah dan dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi.
Pelatihan vokasi tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Bone dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam rangka meningkatkan kompetensi masyarakat dan mempersiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan dunia kerja.
Sebanyak 208 peserta mengikuti rangkaian program yang dipusatkan di UPTD BLK Bone. Mereka mendapatkan pelatihan dalam 11 bidang kejuruan, yakni operator komputer muda, desain grafis, menjahit pakaian dengan mesin, pembuatan hiasan busana, merias wajah dan menata rambut, pembuatan perabot sederhana dengan mesin HPL, servis sepeda motor injeksi, pembuatan roti dan kue, instalasi listrik bangunan sederhana, pengelasan, serta audio video.
Selain 11 bidang kejuruan tersebut, program TMT juga dilaksanakan dalam dua paket dengan total 32 peserta.
Program tersebut merupakan hasil upaya jemput bola Pemerintah Kabupaten Bone melalui jajaran Dinas Ketenagakerjaan dan UPTD BLK Bone dalam membangun komunikasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan hingga program dan anggaran pelatihan dapat dialokasikan untuk Kabupaten Bone.
Andi Asman berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia ingin keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi berkembang menjadi usaha produktif, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng Kementerian Ketenagakerjaan RI Dr. Arsyad, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bone Hj. Faidah, S.STP., Kepala UPTD BLK Bone, Kepala Lapas Watampone, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, serta para peserta.
(Ju)











