Daerah

Jejak Putra Bone di Panggung FIFA: Dr. Jutadi Dipercaya sebagai Lead Medical Service ASEAN Cup 2026

10
×

Jejak Putra Bone di Panggung FIFA: Dr. Jutadi Dipercaya sebagai Lead Medical Service ASEAN Cup 2026

Sebarkan artikel ini

Dokter Jutadi kembali dipercaya menjadi bagian dari penyelenggaraan ajang sepak bola internasional FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam gelaran tersebut, dr. Jutadi mendapat kepercayaan untuk menjalankan peran sebagai Lead Medical Service and Doping Control, sebuah tanggung jawab yang menjadi pengalaman penting dalam perjalanan profesionalnya di bidang sports medicine.

Keterlibatan ini bukan merupakan pengalaman pertama dr. Jutadi dalam penyelenggaraan event FIFA. Sebelumnya, ia juga pernah terlibat dalam bagian Medical Service and Doping Control pada ajang FIFA sebagai salah satu tim FIFA Volunteer. Berbekal pengalaman tersebut, pada penyelenggaraan tahun ini ia kembali dipercaya dengan tanggung jawab yang lebih besar sebagai pemimpin tim.

baca juga: Inspiratif! Sisihkan 10.000an Pendaftar, Pemuda Asal Bone Berhasil Jadi Tim FIFA

Bagi dr. Jutadi, kepercayaan tersebut menjadi sebuah kebanggaan sekaligus kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan profesionalnya. Terlibat langsung dalam kompetisi sepak bola berskala internasional memberikan pengalaman berharga, khususnya dalam memahami penerapan sports medicine dan doping control dalam sebuah pertandingan dengan standar penyelenggaraan internasional.

Baca Juga:  Temu Konstituen di Ulaweng, Andi Purnama Sari Amier Hadirkan Cek Kesehatan Gratis dan Pasar Murah

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi saya karena kembali dipercaya menjadi bagian dari event FIFA, terlebih tahun ini diberikan tanggung jawab sebagai Lead Medical Service and Doping Control. Bagi saya, ini bukan hanya tentang sebuah posisi, tetapi juga tentang tanggung jawab, pembelajaran, dan kesempatan untuk terus berkembang,” ujar lelaki dengan jejak pendidikan alumni MAN 1 Bone itu, Senin (5/10/2026).

Dalam menjalankan tugasnya, dr. Jutadi berkesempatan bekerja bersama berbagai international staff FIFA serta berkolaborasi dengan tim dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Lingkungan kerja yang melibatkan berbagai profesional dari latar belakang dan negara yang berbeda memberikan pengalaman tersendiri sekaligus memperluas wawasan mengenai standar pelayanan medis dan doping control dalam sepak bola internasional.

Baca Juga:  Tindak Lanjuti Instruksi Presiden, Bupati Bone Pimpin Kerja Bakti Massal di Pasar Palakka

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan banyak pembelajaran baru. Selain aspek teknis dalam sports medicine dan doping control, keterlibatan dalam event internasional juga menuntut kemampuan komunikasi, koordinasi, kerja sama tim, serta kesiapan dalam menjalankan prosedur sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Bekerja bersama international staff FIFA dan teman-teman dari PSSI menjadi pengalaman yang sangat berarti. Saya mendapatkan banyak hal baru, baik mengenai sepak bola maupun penerapan sports medicine dan doping control. Pengalaman sebelumnya menjadi bekal, tetapi pengalaman baru dalam event ini membuat saya semakin banyak belajar,” tambahnya.

Kepercayaan yang diberikan kepada dr. Jutadi juga menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang kedokteran olahraga dan anti-doping. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari FIFA Asian Cup 2026 dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan olahraga internasional di masa mendatang.

Baca Juga:  Kapolda Sulsel Gelorakan Vaksinasi Anak di Bone, Batalyon C Pelopor : Kita Akan All Out Beri Dukungan

dr. Jutadi menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang telah diberikan. Baginya, dapat menjadi bagian dari sebuah kompetisi sepak bola internasional merupakan pengalaman yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menyenangkan dan memberikan banyak pelajaran berharga.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, banyak orang yang saya temui, dan banyak hal yang saya pelajari. Mudah-mudahan ke depan saya masih diberikan kesempatan untuk kembali bergabung dalam event-event FIFA lainnya dan terus memberikan kontribusi melalui bidang yang saya tekuni,” tutup dr. Jutadi. *

Tinggalkan Balasan