Daerah

Gau Maraja Bone 2026 Bertabur Tokoh, Kepala Daerah hingga Pejabat Kementerian Tumpah Ruah di Watampone

66
×

Gau Maraja Bone 2026 Bertabur Tokoh, Kepala Daerah hingga Pejabat Kementerian Tumpah Ruah di Watampone

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,BONE — Malam puncak Gau Maraja Kabupaten Bone 2026 berlangsung meriah di Lapangan Merdeka Watampone, Sabtu (26/9/2026) malam. Festival budaya bertema “Simponi Pangan dan Budaya” ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, kepala daerah, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah.

Kehadiran para pejabat dan tamu undangan tersebut menambah semarak perhelatan kebudayaan yang menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah, tradisi, dan identitas masyarakat Kabupaten Bone.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman. Turut hadir Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maya Damayanti Andi Akmal.

Direktur Warisan Budaya, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widyatmoko, juga menghadiri kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Petani Sinjai Harap Pembangunan Porang Digenjot

Selain itu, hadir Plt. Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Kebudayaan RI Dr. H. Harsono, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kebudayaan RI Andi Syamsul Rijal, S.S., M.Hum., serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan Sinatriyo Danuhadiningrat.

Hadir mantan Bupati Bone dua periode Dr. H. A. Fahsar M Padjalangi, M.Si., mewakili Menteri Pertanian RI, hadir Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Sarana Budidaya Pertanian (BRMP), Prof. Dr. Ir. Muh. Syakir, M.Si.

### Dihadiri Kepala Daerah dari Berbagai Wilayah

Gau Maraja Bone 2026 turut dihadiri sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Di antaranya Bupati Soppeng, Bupati Maros, Bupati Luwu Utara, Wakil Wali Kota Parepare, Wakil Bupati Pangkep, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Enrekang, Sidrap, Sinjai, Wajo, dan Bantaeng.

Kehadiran kepala daerah dari luar Sulawesi Selatan juga menjadi perhatian dalam perhelatan tersebut.

Baca Juga:  Bupati Bone Dukung Investasi Jepang untuk Budidaya Perikanan dan Pelestarian Mangrove

Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan, Muh Rusli, dan Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, turut menghadiri malam puncak Gau Maraja Bone 2026.

Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan juga hadir, di antaranya A. Iwan Wirasasti, H. Muhammad, dan H. Syahrir.

Selain itu, hadir anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu Andi Asdar Wijaya, Andi Rustianto, dan Andi Herianto, serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara H. Andi Syafruddin Galigo, S.H., M.PW.

Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone juga menghadiri kegiatan tersebut, bersama jajaran TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, serta instansi vertikal lainnya.

### Bupati: Persaudaraan Melampaui Batas Geografis

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, perantau, wija Arumpone, serta komunitas budaya dari kabupaten tetangga.

Baca Juga:  Bandara Arung Palakka Bone Jadi Pilihan Baru, 29 Jamaah Umrah Berangkat Menuju Makassar

Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan yang terjalin di tengah masyarakat Bone.

“Kehadiran para tamu undangan, perantau dan wija Arumpone dan komunitas budaya dari kabupaten tetangga telah membuktikan bahwa semangat persaudaraan kita melampaui batas-batas geografis,” kata Bupati Bone.

Ia berharap Gau Maraja menjadi ruang pertemuan masyarakat lintas daerah sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan dalam menjaga warisan budaya.

Melalui tema “Simponi Pangan dan Budaya”, Gau Maraja Bone 2026 tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan pangan lokal, sejarah, dan tradisi masyarakat Bone kepada khalayak luas.

Perhelatan ini sekaligus mempertemukan pemerintah, pelaku seni, budayawan, komunitas, serta masyarakat dalam semangat pelestarian kebudayaan dan penguatan identitas daerah.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan