Daerah

Mentan RI Didampingi Bupati Bone Tinjau Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone, Target Peresmian Tahun 2027

42
×

Mentan RI Didampingi Bupati Bone Tinjau Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone, Target Peresmian Tahun 2027

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,BONE— Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. H. Andi Amran Sulaiman, meminta percepatan pembangunan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) PT Berdikari (Persero) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Proyek strategis tersebut ditargetkan rampung dan siap diresmikan pada tahun depan, 1 Juli 2027.

Hal itu ditegaskan Mentan Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung lokasi pembangunan kawasan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Jumat (25/9/2026) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., serta jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN Holding, ID FOOD, PT Berdikari, dan sejumlah pihak terkait.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas peternakan unggas terintegrasi, termasuk pabrik pakan, produksi bibit ayam atau day-old chick (DOC), serta fasilitas pendukung lainnya.

“Kami hadir di sini lengkap, ada BUMN, direksi dan kawan-kawan, PTPN lengkap,” ujar Amran.

Ia mengungkapkan, pemerintah menargetkan pembangunan lima unit pabrik pakan dan fasilitas DOC di sejumlah wilayah dapat diselesaikan dan diresmikan pada 2027.

Menurutnya, anggaran sebesar Rp2,2 triliun telah disiapkan untuk pembangunan lima proyek tersebut, sementara total anggaran pemerintah untuk berbagai program sejenis mencapai Rp17 triliun.

“Anggarannya sudah turun, beliau sudah tanda tangan. Rp2,2 triliun untuk lima. Dan total anggaran dipersiapkan oleh pemerintah, karena bukan ini saja, itu Rp17 triliun,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pj Sekda Bone Irup Hari Kebangkitan Nasional ke-117 Tahun 2025 

Amran menegaskan, percepatan pembangunan menjadi perhatian pemerintah agar seluruh fasilitas dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

PT Berdikari Kejar Pembangunan, Target 1 Juli 2027

Sementara itu, General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari (Persero), AS. Hasbi Al-Islahi, mengatakan kunjungan Menteri Pertanian bertujuan memastikan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi benar-benar terlaksana sesuai rencana.

Menurut Hasbi, pemerintah tidak hanya menginginkan proyek tersebut terealisasi, tetapi juga mendorong percepatan pembangunan agar dapat segera beroperasi.

“Pak Menteri Pertanian ingin memastikan program hilirisasi ayam terintegrasi ini betul-betul bisa dikerjakan dan terealisasi dengan baik. Namun, tidak sekadar terealisasi, tetapi harus ada percepatan sehingga Bapak Mentan langsung meninjau ke sini,” jelas Hasbi.

Ia menyebutkan, sejumlah pekerjaan awal di lokasi pembangunan telah berjalan, di antaranya pembukaan dan pengerjaan jalan, pembangunan pagar, serta pengeboran sumur.

PT Berdikari, kata dia, akan menggenjot pengerjaan infrastruktur dasar tersebut sebelum memasuki pembangunan fasilitas utama peternakan.

“Tadi beberapa lokasi sudah kita lakukan pengerjaan seperti pembuatan jalan, pagar, sumur bor sudah jalan semua. Ini akan kita kejar dalam waktu tiga minggu, 2.600 meter akan kita kerja dalam sebulan,” ungkapnya.

Setelah infrastruktur dasar rampung, pembangunan akan dilanjutkan pada fasilitas utama, khususnya kawasan peternakan atau farm.

Baca Juga:  Resmikan Jembatan Angkue, Andi Asman - Andi Akmal Komitmen Prioritaskan Infrastruktur

“Kapasitas produksi, Farm Parent Stock Broiler 168.000 betina produktif ditambah jantan sesuai mating ratio, Hatchery 500.000 HE/minggu, dan Feedmill 10.000 ton/bulan,” jelasnya.

Dia menambahkan dengan kemampuan memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan DOC Sulawesi Selatan. Sementara 10 persen lainnya diproyeksikan dapat memasok kebutuhan di luar Sulawesi Selatan.

“90 persen akan mencover Sulawesi Selatan. Kapasitas ini 90 persen bisa menutup kebutuhan Sulawesi Selatan, dan 10 persen ini bisa menutupi luar Sulsel,” jelasnya.

Ia berharap, pengembangan kawasan tersebut dapat menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat industri ayam terintegrasi di kawasan Indonesia Timur.

“Ke depan pasti ini akan bertambah, dan Sulsel akan menjadi pusat ayam terintegrasi di Indonesia Timur,” katanya.

Hasbi menegaskan, pihaknya akan bekerja keras mengejar target penyelesaian proyek sesuai arahan Menteri Pertanian, yakni pada 1 Juli 2027.

“Pembangunan ini Bapak Menteri Pertanian minta 1 Juli 2027 bisa gunting pita, dan semoga Bapak Presiden bisa hadir,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi yang dapat menghambat pencapaian target.

“1 Juli 2027 bisa menuju ke sana. Kita semua akan kerja keras, tidak ada bottleneck birokrasi, tidak ada rintangan birokrasi,” tegasnya.

Perkuat Ketahanan Pangan dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone dirancang sebagai ekosistem peternakan modern dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit ayam, pabrik pakan, peternakan, hingga produksi komoditas pangan.

Baca Juga:  Dukung Kemudahan Pelayanan Publik Beramal Bone, Gubernur Sulsel Serahkan Mobil Layanan KTP-El

Kawasan ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pangan, menekan biaya produksi, serta meningkatkan efisiensi distribusi produk peternakan di kawasan Indonesia Timur.

Mentan Amran mengatakan, pembangunan kawasan tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, kebutuhan bahan baku pakan, khususnya jagung, akan didukung produksi dari Bone, Soppeng, dan kabupaten lain di Sulawesi Selatan.

Dengan adanya pabrik pakan di kawasan tersebut, jagung dari petani lokal dapat diolah langsung menjadi pakan ternak tanpa harus dikirim ke daerah lain untuk diproses.

“Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan,” ujarnya.

Selain fasilitas ayam terintegrasi, pemerintah juga menyiapkan pengembangan peternakan sapi perah untuk mendukung ketersediaan susu, telur, dan ayam sebagai sumber pangan bergizi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Amran berharap, pengembangan ekosistem pangan tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, serta berdaya saing menuju Indonesia Emas.

“Minum susu, telur, ayam, dan seterusnya. Itu mimpi Bapak Presiden. Generasi kita adalah generasi cerdas nanti ke depan. Mencapai Indonesia Emas,” pungkasnya. (Ju)*

Tinggalkan Balasan