Daerah

Pendamping Sosial di Bone Ungkap Perjuangan Verifikasi Calon Siswa SR, Sempat Dikejar Anjing

37
×

Pendamping Sosial di Bone Ungkap Perjuangan Verifikasi Calon Siswa SR, Sempat Dikejar Anjing

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi dikejar Anjing/ai

Tenaga Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone Sulsel, Muhammad Yusran punya kenangan tak terlupakan dibalik perjuangan memverifikasi calon siswa Sekolah Rakayat (SR) di wilayahnya. Yusran mengaku sempat mengalami insiden dikejar Anjing kampung saat turun verifikasi calon siswa SR.

Kronologi singkat peristiwa tersebut dialaminya bermula saat Yusran mulai menyampaikan informasi program SR dari Desa ke Desa se-Kecamatan Ulaweng. Berselang beberapa hari usai sosialisasi, ia mendapat telepon dari kerabat calon siswa SR dari Desa Tea Musu, yang mengusulkan kerabatnya atas nama Halifah agar diverifikasi.

Mendapat informasi tersebut, ia pun bergegas ke rumah calon siswa SR tersebut untuk memverifikasi kesesuaian desil dan dokumen pendukung lainnya. Sesampainya di area rumah calon siswa SR, ia tiba-tiba disambut dengan beberapa Anjing kampung dan mengejarnya.

Baca Juga:  Polres Bone Rilis Akhir Tahun 2025, Kamtibmas Kondusif dan Kecelakaan Lalu Lintas Menurun

“Perjuangan saat turun verifikasi siswa SR ini, saya sempat dikejar Anjing kampung, “ungkap Koordinator Tenaga Pendamping PKH Kemensos wilayah Kecamatan Ulaweng itu sambil tersenyum mengenang kisahnya tersebut, Rabu (15/7/2026).

Perjuangannya turun verifikasi hingga dikejar Anjing tidak sia-sia, karena Halifah memenuhi syarat dan telah dinyatakan lulus sebagai salah satu siswi SR di Kabupaten Bone. Ia sebelumnya sempat putus sekolah hingga akhirnya bersemangat untuk kembali menuntut ilmu di SR. 

Ia menjelaskan, seorang anak untuk bisa lulus verifikasi sebagai siswa-siswi SR di Kabupaten Bone tidaklah mudah. Sebab, kata dia, berbagai persyaratan ketat mesti terpenuhi mulai dari kesesuian desil hingga verifikasi kesesuaian desil dengan kondisi di lapangan.

Baca Juga:  Hari Jadi Bone ke-691, Bupati Bone : Keselamatan Masyarakat Jauh Lebih Penting

Menurutnya, sejak dirinya mensosialisasikan program SR di Desa se-Kecamatan Ulaweng, beberapa warga menaruh minat dengan program tersebut. Hanya saja, kata dia, tidak memenuhi persyaratan sehingga tidak dapat lulus sebagai siswa-siswi Sekolah Rakyat. 

“Ada juga memenuhi, tapi kendalanya orang tua tak mau pisah sama anaknya, atau anak tak mau pisah sama ortunya, sementara Sekolah Rakyat diasramakan, semua dijamin agar siswa-siswi fokus belajar, “jelasnya.

Ia berpesan agar siswa-siswi yang lulus SR, termasuk Halifah hendaknya bersyukur dan mempersiapkan diri menimba ilmu di SR yang punya masa depan yang cerah. Para siswa hanya diminta fokus untuk belajar dan meraih prestasi membanggakan hingga kelak mewujudkan cita-cita . 

Baca Juga:  Anak Asal Desa Tea Musu Lulus Sekolah Rakyat: Masa Depan Cerah

“Bukan menjamin, tapi selama betul-betul belajar mengikuti jenjang pendidikan di Sekolah Rakyat, insyaAllaah ke depan masa depan anak ini cerah, “pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan