Daerah

Bone Jadi Andalan Pusat Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Indonesia Timur

192
×

Bone Jadi Andalan Pusat Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Indonesia Timur

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,BONE — Pemerintah Indonesia melalui kolaborasi Danantara Indonesia, Kementerian Pertanian, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memulai Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi.

Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi mendapat kunjungan dari Kementerian Pertanian di areal Perkebunan PTPN Dekko, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Jumat (29/5/2026).

Khusus di Kabupaten Bone, pengembangan kawasan dilakukan di atas lahan seluas sekitar 110 hektare milik PTPN. Kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem peternakan ayam terintegrasi, mulai dari pembibitan, pembesaran ayam, pembangunan pabrik pakan, hingga fasilitas pemotongan, penyimpanan dingin (cold storage), dan pengolahan produk.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, mengapresiasi penetapan wilayahnya sebagai salah satu lokasi pengembangan hilirisasi nasional. Menurutnya, program ini sejalan dengan posisi Kabupaten Bone sebagai salah satu lumbung pangan di kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga:  Tanggap Saat Dapatkan Informasi,Wabup Suaib Mansur Mengunjungi Pasar Sentral Dimalam Hari. Ini Yang Dilakukan

“Program ini sangat relevan dengan peran Bone sebagai daerah penyangga pangan. Kehadiran industri hilir akan memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa meskipun produksi ayam nasional saat ini berada dalam kondisi surplus pada situasi normal, peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat menuntut penguatan produksi di luar Pulau Jawa serta kehadiran negara dalam menjaga stabilitas harga sarana produksi.

“Produksi daging dan telur ayam masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dengan meningkatnya kebutuhan, pemerintah harus hadir membangun sistem produksi baru di daerah dan menjamin stabilitas sarana produksi bagi peternak rakyat,” jelas Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Nasrullah.

Baca Juga:  Kanal Permanen Salu Matoto Siap Dibangun, BBWSPJ; Sinkronkan, Simpulkan, dan Kerjakan

Melalui program hilirisasi ayam terintegrasi ini, pemerintah berharap produksi menjadi lebih efisien, nilai tambah komoditas meningkat, distribusi protein hewani lebih merata, serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Program Mandiri Protein di Setiap Provinsi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan