KABARTA.ID, BONE— Pemerintah Kabupaten Bone memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 untuk memperkuat kualitas pendidikan melalui peluncuran program 37 Sekolah Model BerAmal. Program tersebut dicanangkan dalam upacara Hardiknas di Lapangan Merdeka Watampone, Sabtu (2/5/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos. M.M. Peluncuran program ditandai dengan pemukulan gong bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Bone, Edy Saputra Syam, sebagai simbol dimulainya langkah strategis peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut.
Sebanyak 37 kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP menandatangani komitmen sebagai bagian dari Sekolah Model BerAmal. Rinciannya, 33 sekolah dasar dan 4 sekolah menengah pertama yang tersebar di seluruh kecamatan, termasuk tiga kecamatan di wilayah Kota Watampone.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa program ini merupakan strategi menghadirkan sekolah unggulan di setiap kecamatan.
“Sekolah Model BerAmal ini merupakan sekolah unggulan di setiap kecamatan. Mereka harus menjadi role model bagi sekolah lain di wilayahnya,” ujarnya.
Ia menyebut, sekolah-sekolah yang ditunjuk telah menunjukkan konsistensi dalam prestasi akademik serta inovasi pembelajaran. Program ini diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat keunggulan pendidikan yang dapat menularkan praktik terbaik ke sekolah lain.
Konsep BerAmal menekankan kolaborasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua dalam membangun lingkungan belajar yang dinamis dan berkualitas. Selain itu, program ini juga menjadi jawaban atas tantangan kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Bone, Edy Saputra Syam, menegaskan bahwa Sekolah Model BerAmal merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi kualitas pendidikan di daerah. Program ini, kata dia, lahir dari arahan Bupati Bone yang mengusung semangat “Beramal” sebagai visi pembangunan sumber daya manusia.
Edy menjelaskan, “Beramal” merupakan akronim dari Berkarakter, Maju, dan Unggul yang menjadi fondasi pengembangan sekolah. Pada aspek berkarakter, sekolah diharapkan mampu membangun kepribadian peserta didik secara utuh, tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga dalam nilai-nilai moral dan keagamaan.
Pada aspek “Maju”, sekolah didorong aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi, invitasi, dan kegiatan pengembangan lainnya guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
“Kita ingin mendorong peningkatan SDM secara serius agar sekolah-sekolah ini benar-benar berkembang,” katanya.
Adapun aspek “Unggul” dimaknai sebagai capaian menyeluruh, tidak hanya bagi siswa tetapi juga guru sebagai ujung tombak pendidikan. Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pendidikan telah menyiapkan berbagai program pelatihan bagi tenaga pendidik di sekolah-sekolah Model BerAmal sepanjang tahun ini.
Peluncuran program ini menjadi rangkaian awal dari agenda pendidikan di Kabupaten Bone yang dirancang lebih inklusif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat guna mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah.
(Ju)*











