KABARTA.ID, PANGKEP— Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memperingati Hari Jadi ke-66 dengan mengusung tema “Sinergi Wujudkan Sumberdaya Kompetitif Menuju Pangkep Hebat Berkelanjutan”.
Momentum ini menjadi ajang refleksi atas capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren progresif hingga tahun 2026.
Peringatan yang berlangsung di Gedung DPRD Pangkep, Selasa (14/4/2026), dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Oktarina.
Gubernur Sulsel disambut Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Wakil Bupati Abdul Rahman Assagaf, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi terkait.
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) menegaskan bahwa tema yang diangkat mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi Pangkep tercatat stabil di angka 5,00 persen.
Selain itu, Pangkep menempati posisi ketiga dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Sulawesi Selatan, serta peringkat kedua untuk PDRB per kapita yang mencapai Rp104,70 juta pada 2025.
“Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi sektor unggulan seperti pertanian, kehutanan, perikanan, dan industri pengolahan,” ujarnya.
Di bidang sosial, angka kemiskinan mengalami penurunan signifikan menjadi 11,60 persen pada 2025, yang merupakan penurunan terbesar kedua di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, kualitas hidup masyarakat juga meningkat, ditandai dengan angka harapan hidup yang mencapai 73,48 tahun.
Peningkatan tersebut didukung berbagai inovasi layanan kesehatan, seperti program “Si Jagai” untuk wilayah daratan dan layanan puskesmas keliling berbasis kapal bagi masyarakat kepulauan di Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya.
Selain itu, cakupan perlindungan kesehatan di Pangkep telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen.
Di sektor pendidikan, Pemkab Pangkep terus memperluas akses melalui pemberian seragam gratis kepada 14.281 siswa SD dan SMP, serta beasiswa SPP bagi 5.664 mahasiswa dari kalangan berprestasi dan kurang mampu.
Bupati MYL juga menyampaikan dukungan terhadap program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau lebih dari 72 ribu penerima manfaat melalui 29 dapur SPPG, penyediaan lahan Sekolah Rakyat seluas 5 hektare di Desa Bara Batu, hingga realisasi pemeriksaan kesehatan gratis yang mencapai 83,72 persen.
Selain itu, pemerintah daerah juga mencatat perbaikan 48 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pengembangan Koperasi Merah Putih yang telah terealisasi 35 persen pada 2025.
Bupati Pangkep MYL mengungkapkan rasa syukur atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-14 kalinya.
Ia juga menyoroti komitmen daerah dalam pengembangan ekonomi hijau melalui pengoperasian fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) berkapasitas 7 ton per hari, hasil kolaborasi dengan Pemprov Sulsel dan PT Semen Tonasa.
Sementara itu, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa Pangkep memiliki peran strategis dalam kawasan Mamminasata dan menjadi salah satu penopang pembangunan di tingkat provinsi.
Ia mengapresiasi capaian Pemkab Pangkep, khususnya dalam menekan angka kemiskinan.
Menurutnya, penilaian kinerja tidak hanya dilihat dari angka absolut, tetapi juga dari laju penurunannya setiap tahun.
“Pangkep menjadi daerah kedua terbaik dalam menurunkan angka kemiskinan di Sulawesi Selatan. Ini capaian yang sangat baik,” ujarnya.
Gubernur juga memberikan apresiasi atas inovasi di sektor lingkungan, di mana Pangkep menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia Timur, yang memiliki fasilitas RDF. Fasilitas tersebut didukung bantuan keuangan Pemprov Sulsel sebesar Rp24 miliar pada 2023.
Pada peringatan HUT ke-66 ini, Pemprov Sulsel kembali menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp10 miliar kepada Pemkab Pangkep.
Selain itu, bantuan juga diberikan untuk sektor pertanian, peningkatan rumah tidak layak huni, dukungan bagi UMKM, serta penyediaan buffer stock logistik untuk penanggulangan bencana.
Melalui capaian dan dukungan tersebut, Kabupaten Pangkep diharapkan terus memperkuat sinergi pembangunan guna mewujudkan daerah yang maju, kompetitif, dan berkelanjutan.(MUN)*











