KABARTA.ID, BONE— Pemerintah Kabupaten Bone berencana menerapkan sistem parkir berbasis barcode QRIS di seluruh wilayah daerah tersebut.
Kebijakan ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran anggaran sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor parkir.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., saat menghadiri High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sekaligus peluncuran aplikasi PADE Beramal di Hotel Helios Bone, Jalan Langsat, Kota Watampone, Rabu (11/2/2026).
Bupati Bone Andi Asman menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bone akan menjadi pelopor penggunaan sistem parkir digital melalui aplikasi QRIS PADE Beramal.
“Selama ini masih banyak parkir ilegal. Ada yang menarik uang tanpa bukti. Ke depan kita akan gunakan QRIS barcode. Tidak ada lagi kebocoran, baik kantong kiri maupun kantong belakang,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Bone memiliki sekitar 17 ribu ASN. Jika seluruhnya konsisten menggunakan sistem parkir digital, maka potensi PAD dari sektor perhubungan dapat meningkat signifikan.
“Kita punya 17 ribu ASN. Kalau ini berjalan semua, target PAD bisa besar. Di Dinas Perhubungan saja kita pasang target Rp8 miliar,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan sistem digital ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membangun tata kelola yang lebih rapi, sehat, dan transparan, sekaligus meminimalkan kontak langsung dalam transaksi.
“Kita akan bekerja berbasis digital, lebih tertib, lebih sehat, dan tidak lagi bergantung pada transaksi tunai,” pungkas Bupati Andi Asman.
(Ju)*











