Daerah

Mentan Andi Amran Sulaiman Jadi Menteri Berkinerja Terbaik, Raih 13,5 Persen

37
×

Mentan Andi Amran Sulaiman Jadi Menteri Berkinerja Terbaik, Raih 13,5 Persen

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,JAKARTA— Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, menempati posisi teratas sebagai menteri dengan penilaian kinerja terbaik dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tokoh asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tersebut meraih persentase tertinggi sebesar 13,5 persen dalam penilaian publik terhadap menteri yang dinilai berkinerja baik dalam melayani masyarakat.

Berdasarkan hasil survei tersebut, posisi berikutnya ditempati Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan 11,6 persen, disusul Menteri Agama Nasaruddin Umar yang memperoleh 10,8 persen.

Hasil ini menempatkan Amran sebagai menteri dengan tingkat apresiasi tertinggi di antara nama-nama yang disebut dalam survei. Penilaian tersebut menjadi gambaran persepsi responden terhadap kinerja para pejabat di lingkungan Kabinet Merah Putih.

Baca Juga:  Hasil Visitasi KONI Sulsel, Wajo Tak Mampu Sendiri Laksanakan Porprov 2026 

Meski demikian, survei yang sama juga menunjukkan bahwa penilaian masyarakat terhadap profesionalisme kabinet masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Sebanyak 46,5 persen responden menilai para menteri belum bekerja secara profesional. Sementara itu, 38,5 persen responden menilai para menteri telah bekerja secara profesional.

Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, menjelaskan bahwa metode pengambilan sampel menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas dan keterwakilan hasil survei terhadap persepsi masyarakat.

Menurut dia, metode probability sampling memberikan peluang yang sama dan terukur kepada setiap warga dewasa untuk terpilih sebagai responden. Dengan metode tersebut, hasil survei dapat digeneralisasi terhadap populasi sesuai rancangan penelitian, serta memungkinkan penghitungan margin of error secara statistik.

Baca Juga:  Tegaskan Mutasi Pejabat Berbasis Evaluasi Kinerja, Bupati Bone : Ada Rapor Merah, Kita Ganti

“Survei persepsi publik pada dasarnya ingin memotret pandangan seluruh warga, bukan hanya mereka yang mudah dijangkau. Probability sampling memungkinkan itu. Petani di desa, ibu rumah tangga, nelayan, dan warga lanjut usia punya peluang yang sama untuk ditanya seperti warga kota yang aktif di media sosial,” kata Fadhli dalam rilis kinerja pemerintahan Prabowo Gibran Jumat (16/10/2026).

Sebaliknya, survei dengan metode non-probability sampling, seperti survei daring terbuka, berpotensi didominasi kelompok masyarakat yang memiliki akses internet, tinggal di perkotaan, atau mempunyai ketertarikan khusus terhadap isu politik.

Karena itu, metode pengambilan sampel perlu menjadi pertimbangan dalam membaca hasil survei agar kesimpulan yang diambil tidak melampaui cakupan data yang tersedia.

Baca Juga:  Pj Bupati Bone Andi Winarno Kukuhkan Perpanjangan Jabatan 1635 Anggota BPD 

Terkait penilaian terhadap profesionalisme kabinet, Rahman menilai angka tersebut menjadi sinyal bahwa kinerja para menteri masih perlu ditingkatkan.

“Ini indikator kuat bahwa kinerja para menteri belum memuaskan publik. Masyarakat bisa langsung menilai manfaat dari layanan masing-masing kementerian. Para menteri harus bekerja lebih keras lagi,” ujar Rahman.

Hasil survei ini sekaligus memperlihatkan bahwa apresiasi terhadap sejumlah menteri berjalan beriringan dengan tuntutan masyarakat agar pemerintah terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme.

Bagi Andi Amran Sulaiman, capaian 13,5 persen tersebut menjadi catatan positif dalam penilaian publik terhadap jajaran Kabinet Merah Putih, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kinerja dan pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan