Daerah

Wagub Fatmawati Rusdi Buka FIN Expo BIK 2026 di Makassar, Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Keuangan Legal

14
×

Wagub Fatmawati Rusdi Buka FIN Expo BIK 2026 di Makassar, Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Keuangan Legal

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,MAKASSAR— Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, membuka secara resmi Financial Expo (FIN Expo) Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Atrium Mall Trans Studio Makassar, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung 2–4 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”. FIN Expo 2026 merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Fatmawati menegaskan pentingnya memperkuat literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Inklusi keuangan menjadi peran yang sangat vital dalam mendorong akselerasi ekonomi kerakyatan melalui penyediaan akses permodalan yang mudah dan aman, khususnya bagi para pelaku UMKM kita. Lewat FIN Expo ini, kita berharap gap antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat bisa makin diperkecil,” ujar Fatmawati.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih produk dan layanan keuangan. Menurutnya, akses terhadap layanan keuangan harus dibarengi pemahaman yang memadai agar masyarakat terhindar dari produk keuangan ilegal.

Baca Juga:  Dinas Parawisata Bersih-bersih di Kawasan Wisata Nomor Wahid di Bone 

“Mari kita kenali produk keuangan yang legal. Tidak ada lagi produk kita terjebak dengan produk yang ilegal, sehingga membuat masyarakat kita sengsara,” katanya.

Fatmawati menyebutkan, berdasarkan data OJK, tingkat inklusi keuangan di Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar 94 persen. Sementara tingkat literasi keuangan masih berada di angka 61 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan sekitar 33 persen antara masyarakat yang telah memiliki akses terhadap layanan keuangan dengan tingkat pemahaman mereka terhadap produk dan layanan tersebut.

“Ini mungkin yang harus kita highlight bersama, bahwa belum paham, belum tahu soal literasi keuangan. Padahal sebenarnya teman-teman dari perbankan ataupun yang memberi akses permodalan ini lebih harus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat kita agar masyarakat kita melek literasi keuangan,” ujarnya.

Menurut Fatmawati, FIN Expo tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan produk jasa keuangan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami manfaat, risiko, serta cara menggunakan produk keuangan secara aman dan sesuai kebutuhan.

Ia pun mendorong industri jasa keuangan memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok daerah.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Lepas 100 Nakes dan Kucurkan Rp1 Miliar Tambahan untuk Bantu Penanganan Bencana di Aceh Tamiang

“Dan kepada para pelaku industri jasa keuangan, mari terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok serta menghadirkan inovasi produk yang inklusif, ramah masyarakat, yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau serta berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” katanya.

Fatmawati menilai akses pembiayaan yang mudah dan aman sangat penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Terlebih, UMKM menjadi salah satu sektor yang berperan besar dalam menggerakkan perekonomian Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sekaligus Ketua FKIJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan FIN Expo 2026 menjadi salah satu upaya mempersempit kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Ia menyebutkan, sepanjang 2026 hingga triwulan II, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulawesi Selatan telah melaksanakan 198 kegiatan literasi keuangan dengan jangkauan 2.204.391 peserta.

Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, ASN, kelompok perempuan, nelayan, petani, pelaku UMKM, penyandang disabilitas hingga masyarakat pedesaan.

Di sisi akses pembiayaan, Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI) telah mencapai plafon Rp1,18 triliun dengan jumlah 34.084 debitur.

Baca Juga:  Sidak Kantor Capil Bone, Bupati : Jangan Ada Jadi Calo

Sementara program pemberdayaan UMKM melalui klasterisasi sejak 2022 hingga 2025 telah membentuk 1.611 klaster dengan 22.275 debitur dan plafon kredit mencapai Rp644,46 miliar.

Di sektor digitalisasi keuangan, jumlah merchant QRIS di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 1,5 juta merchant. Adapun program budaya menabung pelajar melalui KEJAR atau One Student One Account (OSOA) telah mencapai 2.187.810 rekening dengan nominal Rp412,38 miliar.

Ketua Panitia FIN Expo BIK 2026 yang juga RCEO BRI Regional Office 15 Makassar, Riza Pahlevi, mengatakan kegiatan tersebut menargetkan 25.000 pengunjung.

FIN Expo BIK 2026 diikuti 28 tenant jasa keuangan. Selain menawarkan produk dan layanan, para peserta juga memberikan edukasi, konsultasi, serta membuka ruang komunikasi interaktif bagi masyarakat.

Pembukaan FIN Expo BIK 2026 ditandai secara simbolis dengan peletakan bola takraw di atas topi adat Pasappu. Prosesi tersebut disaksikan Ketua DPRD Sulsel Dr. drg. Andi Rachmatika Dewi, jajaran pimpinan BI dan LPS, serta pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan di Sulawesi Selatan.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan