KABARTA.ID,BONE— Peredaran narkoba dinilai menjadi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan dinilai tidak cukup hanya mengandalkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, pemerintah, hingga keluarga.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tanete Riattang saat mewakili Camat dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Fasilitasi Advokasi Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa bersama BNN Kabupaten Bone, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNN Kabupaten Bone AKBP H. Risman Sani, S.Ag., lurah, para kepala lingkungan, Babinsa, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekcam menegaskan bahwa bahaya narkoba dapat mengancam siapa saja sehingga masyarakat tidak boleh menganggap persoalan tersebut sebagai sesuatu yang jauh dari lingkungan mereka.
“Jangan pernah berpikir narkoba itu jauh dari kita. Bahayanya nyata, merusak kesehatan, merusak ekonomi keluarga, merusak masa depan anak-anak kita. Perang melawan narkoba harus berawal dari diri kita sendiri, dari keluarga kita, dari rumah kita,” tegasnya.
Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Ketahanan keluarga yang dibangun melalui komunikasi yang baik, keharmonisan, pengawasan, serta penanaman nilai-nilai agama dinilai menjadi fondasi penting dalam melindungi anak dari pengaruh negatif narkoba.
Selain keluarga, Sekcam juga menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan. Pemerintah kecamatan, kelurahan, dan kepala lingkungan diminta aktif melakukan sosialisasi serta deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah masing-masing.
Dukungan juga diperlukan dari aparat penegak hukum, TNI-Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
“Kami di tingkat kecamatan siap menjadi garda terdepan. Kami akan dorong para lurah dan kepala lingkungan untuk tidak tutup mata. Laporkan jika ada indikasi peredaran di wilayahnya. Tidak ada ruang bagi narkoba di wilayah kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Bone AKBP H. Risman Sani, S.Ag., mengapresiasi komitmen pemerintah Kecamatan Tanete Riattang dalam memperkuat pencegahan narkoba berbasis keluarga.
Ia menjelaskan, program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba diarahkan untuk memperkuat peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting melalui pengawasan, komunikasi, dan perhatian terhadap anggota keluarga, khususnya anak-anak dan generasi muda.
Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mendukung terwujudnya Bone Bersinar (Bersih dari Narkoba) melalui penguatan ketahanan keluarga serta optimalisasi sumber daya pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan sejak dini sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Bone.
(Ju)*











