KABARTA.ID, BONE –— Kodim 1407/Bone terus mematangkan persiapan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2026 yang akan berlangsung di Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone.
Sasaran utama program tersebut adalah pembangunan dua unit jembatan gantung yang diharapkan mampu mengatasi keterbatasan akses transportasi masyarakat pedesaan.
Dua jembatan yang akan dibangun berada di Desa Tadang Palie, Kecamatan Sibulue. Jembatan Tadang Palie sempat viral diseberangi petani dengan mengangkut gabah.
Kemudian Jembatan di Desa Patukku, Kecamatan Bontocani. Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang mobilitas warga, terutama petani yang selama ini harus menghadapi berbagai risiko saat melintasi sungai.
Jembatan gantung pertama akan dibangun di Desa Tadang Palie dengan panjang sekitar 60 meter. Lokasi ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan petani membawa gabah sambil menyeberangi sungai dengan ketinggian air mencapai leher. Kondisi tersebut menggambarkan beratnya perjuangan warga dalam mengangkut hasil panen akibat minimnya akses penghubung.
Sementara itu, jembatan kedua akan dibangun di Desa Patukku, Kecamatan Bontocani, dengan panjang sekitar 50 meter. Jembatan tersebut nantinya menghubungkan Dusun Patukku dan Dusun Lemo yang selama ini terpisah oleh aliran sungai sehingga membatasi aktivitas masyarakat.
Komandan Kodim 1407/Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, mengatakan seluruh tahapan persiapan terus dilakukan meski pembukaan TMMD baru dijadwalkan pada 15 Juli 2026.
Menurutnya, sejumlah material utama untuk pembangunan jembatan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Bone.
“Material utama seperti angkur dan pylon sudah bergerak menuju Bone. Setelah tiba, pekerjaan akan segera dimulai sebagai bagian dari tahapan awal pelaksanaan TMMD,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Laode menjelaskan, pembangunan dua jembatan gantung tersebut merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan nantinya tidak hanya mempermudah akses antarwilayah, tetapi juga mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini akan memberikan manfaat besar bagi petani, pelajar, dan warga yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas. Kami berharap masyarakat tidak lagi menghadapi risiko, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat,” katanya.
Warga Desa Tadang Palie, Rahman, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia mengaku selama ini petani harus memikul hasil panen dan menyeberangi sungai karena belum tersedianya sarana penghubung yang aman.
“Kalau jembatan sudah terbangun, tentu sangat membantu kami. Mengangkut hasil panen akan lebih mudah dan aman,” ungkapnya.
TMMD 2026 Kodim 1407/Bone dijadwalkan resmi dibuka pada 15 Juli mendatang. Selain pembangunan fisik berupa jembatan gantung, program tersebut juga akan menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan.
(Ju)*











