Daerah

Petani Sibulue – Barebbo Bone Taruhkan Nyawa Demi Angkut Hasil Panen

41
×

Petani Sibulue – Barebbo Bone Taruhkan Nyawa Demi Angkut Hasil Panen

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Perjuangan berat harus dilalui para petani di Desa Tadangpalie, Kecamatan Sibulue, Desa Parippung Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Demi mengangkut hasil panen, mereka terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai berarus deras setiap hari.

Minimnya infrastruktur berupa jembatan penghubung membuat warga tidak memiliki pilihan lain. Sungai dengan kedalaman hingga setinggi leher orang dewasa itu harus dilintasi sambil memikul karung padi di pundak.

Aktivitas berbahaya tersebut sudah menjadi pemandangan biasa. Para petani berjalan perlahan melawan arus, menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh. Sedikit saja terpeleset, risiko hanyut tidak bisa dihindari.
“Kalau bukan lewat sini, kami tidak bisa keluarkan hasil panen. Terpaksa ambil risiko,” kata Naha (40), Senin (30/3/2026).

Baca Juga:  Andi Fajaruddin Ditunjuk Plt Sekda Bone, Pamong Senior Duduki Sejumlah Jabatan Penting

Menurut Naha, kondisi ini telah berlangsung lama tanpa adanya solusi nyata. Bahkan, saat curah hujan tinggi, debit air meningkat dan membuat penyeberangan semakin berbahaya.

“Kalau air naik, bisa sampai leher. Arusnya juga sangat kuat. Kami takut, tapi harus tetap lewat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, petani sering kali harus menunda pengangkutan padi ketika kondisi sungai tidak memungkinkan. Penundaan tersebut berdampak pada kualitas hasil panen yang berpotensi menurun.

“Kami kadang menunggu air surut, tapi kalau terlalu lama, padi bisa rusak. Jadi sulit,” tambahnya.
Kondisi ini tidak hanya menghambat distribusi hasil pertanian, tetapi juga mengancam keselamatan warga. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun akses yang lebih aman.

Baca Juga:  Tertinggi di Luwu Raya, Lima Inovasi Lutra Lolos Seleksi Administrasi KIPP Sulsel 2021

Hingga saat ini, warga Desa Tadangpalie masih harus bertahan dengan keterbatasan tersebut, sembari menantikan hadirnya fasilitas yang layak demi menunjang aktivitas dan keselamatan mereka.

(Ju)*

 

Tinggalkan Balasan