Media sosial diramaikan dengan langkah partisipasi publik di beberapa negara dalam menghemat energi sebagai imbas dari perang Iran Vs As-Israel. Mulai dari warga diminta tak boros gas saat memakai kompor, jalan kaki massal ke tempat kerja hingga diminta persingkat waktu mandi.
Di Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat hemat energi. Bahlil mememinta Masyarakat bijak menggunakan energi, termasuk menghemat liquefied petroleum gas (LPG) saat gunakan kompor.
Hal tersebut diperlukan sebagai langkah penghematan di tengah ancaman krisis energi akibat disrupsi rantai pasok imbas perang Iran VS AS Israel di Timur Tengah.
“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan kompornya boros,” kata Bahlil usai melakukan peninjauan kesiapan sektor energi menjelang arus balik Lebaran, yang disiarkan melalui YouTube Kementerian ESDM, Jumat (27/3/2026) dilansir di TirtoId.
Masyarakat diingatkan dengan kondisi geopolitik global yang tidak menentu berpotensi memengaruhi pasokan energi, sehingga diperlukan langkah antisipatif dari semua pihak.
Sementara di Korea Selatan, Pemerintah Korsel mulai menyerukan partisipasi publik dalam langkah nasional menghemat energi. Mulai dari mempersingkat waktu mandi, menggunakan sepeda untuk perjalanan pendek, dan menghindari pengisian daya ponsel serta kendaraan listrik pada malam hari.
Himbauan penghematan terebut dilakukan di tengah kekhawatiran meningkatnya gangguan pasokan minyak dan gas akibat perang AS-Israel melawan Iran. Kampanye mendorong masyarakat untuk mengambil langkah sederhana.
“Kami sangat membutuhkan kerja sama dari masyarakat,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari The New York Times, Kamis, 26 Maret 2026 sebagaimana dilansir di VivaCoId. “Kami pasti bisa mengatasi krisis ini jika kita bersatu pikiran,” tambahnya.
Sedangkan di Filifina, media sosial diramaikan dengan video warganya yang berjalan kaki menuju tempat kerja. Jalan kaki massal ini ramai dibagikan warga setempat, utamanya di media sosial X, dan kemudian menjadi perbincangan publik.
Fenomena tersebut diduga terjadi akibat krisis bahan bakar minyak yang dipicu oleh konflik antara AS dan Iran.
“BREAKING: Akibat kelangkaan gas, orang-orang kini berjalan kaki ke tempat kerja di Filipina,” tulis salah seorang pengguna media sosial X sembari membagikan video banyak warga yang sedang berjalan kaki, dikutip , Sabtu (28/3/2026).*











