Daerah

Kakanwil Kemenag Sulsel Singgah di Masjid Ramah Pemudik di Lappariaja, Disuguhi Barongki

27
×

Kakanwil Kemenag Sulsel Singgah di Masjid Ramah Pemudik di Lappariaja, Disuguhi Barongki

Sebarkan artikel ini

Kakanwil Kemenag Sulsel, Ali Yapid bersama jajaran Kemenag Bone singgah di Masjid Ramah Pemudik di Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulsel. Di tempat istirahat musafir, Kakanwil terlihat dijamu dengan disuguhi kue tradisional Bugis-Makassar yang biasa disebut Barongki atau Barongko.

Barongko ini terbuat dari bahan utama pisang kepok yang dihaluskan. Bahan utama tersebut dicampur dengan santan, telur, hingga gula. Setelah itu kemudian dibungkus secara khas memakai daun pisang dan dikukus.

Selain Barongko, terlihat toples berisi kue kering khas Lebaran juga disiapkan di tempat istirahat musafir di area Masjid Akbar Lappariaja tersebut. Kue dengan tempat khusus juga terlihat disajikan di tempat tersebut.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bone, Salahuddin menyebutkan, kedatangan Kakanwil Kemenag Sulsel dalam rangka memantau Masjid Ramah Pemudik. Hal itu saat dirinya bersama jajaran Kemenag Bone melakukan monitoring Masjid Ramah Pemudik di wilayahnya.

“Hari Senin (Kakanwil Kemenag Sulsel datang di Masjid Akbar Lappariaja), saat kami jalan monitoring Masjid Ramah Pemudik, ” ungkap Mantan Kasi PD Pontren Kemenag Bone itu kepada wartawan via WhatsApp, Selasa siang (24/3/20226)

Baca Juga:  Kukuhkan Pengurus DPW Kemenag Bone, Ny Nurlina Berpesan Beri Kontribusi Terbaik

Salahuddin mengatakan, Program Masjid Ramah Pemudik di kabupaten Bone masih berjalan hingga arus balik Lebaran selesai. Paling tidak memberikan layanan yang menekankan aspek rasa menyenangkan, aman dan lancar. Selain itu tersedia snack dan minuman.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama ( Kakan Kemenag) Kabupaten Bone, H Subhan bersama Kasi Bimas Islam, Salahuddin akan memantau Masjid Ramah Pemudik di wilayahnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan masjid kepada para ‘musafir’ yang mudik hingga arus balik berjalan lancar.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bone, Salahuddin menyebutkan pelayanan Masjid Ramah Pemudik akan terus dilakukan hingga arus balik selesai. Pelayanan Masjid sebagai rumah singgah yang menenangkan sekaligus memuliakan tamu, tempat beristirahat, berdoa dan menguatkan diri sebelum melanjutkan perjalanan.

“Iya sampai balik ( Masjid Ramah Pemudik melayani musafir yang mudik dan arus balik lebaran), Insya Allah besok (hari ini) kami bersama Kakan Kemenag akan memantau Masjid Ramah Pemudik, “kata Mantan Kasi PD Pontren Kemenag Bone itu saat dikonfirmasi wartawan, Ahad malam (22/3/2026).

Salahuddin juga menginformasikan suasana Masjid Ramah Pemudik di Lallere’e Desa Waji
Kecamatan Tellu Siattinge, Bone pada H+2 Lebaran Idulfitri ramai disinggahi para ‘musafir’. Pihaknya terus memantau perkembangan pelayanan Masjid agar berjalan dengan sebaik mungkin.

Baca Juga:  Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana, Bupati Lutra Harapkan SDM Uggul dan Tanggap Dalam Meminimalkan Bencana

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone, Sulsel, menyiapkan 10 Masjid Ramah Pemudik sebagai tempat beristirahat dan layanan bagi para pemudik. Masjid ini tersebar di sembilan Kecamatan wilayah Kabupaten Bone.

Dari data 10 Masjid Ramah Pemudik Idul Fitri 1447H/2026M yakni, Masjid Songkok Recca Jl Jend Ahmad Yani,
Akbar Leppangeng Desa Patangkai Lappariaja, Nurul Iman Lalebata, Kelurahan Lalebata Lamuru, Haji Darwis Lallere’e Desa Waji. Tellu Siattinge.

Selain itu, Masjid Ansarullah Dusun Bojo Kelurahan Awang Tangka Kajuara, Nurur Rahmah Kelurahan Pompanua Ajangale, Jamiul Khairiyah Tanete (Poros Sinjai) Cina,
Nururrahman Jl. Andi Page Kelurahan Palattae Kahu, Nurul Huda Jl.Yos Sudarso Kel. Bajoe , dan Al-Irsyad Jl. Yos Sudarso Kel. Cellu Tanete Riattang Timur.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bone, Salahuddin menjelaskan sebagai mana makna simbol Masjid Ramah Pemudik, menegaskan peran masjid sebagai pusat spiritual
sekaligus pusat pelayanan umat. Paling tidak memberikan layanan yang menekankan aspek rasa menyenangkan, aman dan lancar.

“Paling tidak, Masjid Ramah Pemudik, siap sebagai tempat istirahat pemudik, ada makanan dan minuman (mie siram / kopi, teh, air kemasan), toilet bersih, tempat menyusui bayi, chager hp dan lainnya,”ungkap Salahuddin saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu malam (7/3/2026)

Baca Juga:  Bupati Bone Terima Audiensi PT AAS Gemilang Mandiri, Pelabuhan Tonra Masuk Tahap Perencanaan 

Salahuddin menegaskan, Masjid Ramah Pemudik harus mengedepankan pesan keramahan—bahwa masjid hadir
bukan dengan kesan formal dan kaku, melainkan terbuka, menyambut, dan penuh empati. Pelayanan
yang sejuk, inklusif, dan bersahabat.

Masjid, kata dia, sebagai rumah singgah yang menenangkan
sekaligus memuliakan tamu—tempat beristirahat, berdoa, dan menguatkan diri sebelum
melanjutkan perjalanan. Masjid Ramah Pemudik bukan sekadar program layanan, tetapi simbol
gerakan kolektif menghadirkan keramahan, keteduhan, dan keberkahan di setiap persinggahan.

Mantan Kasi PD Pontren ini juga menyebutkan, selain 10 Masjid Ramah Pemudik yang disiapkan khusus, para Kepala KUA Kecamatan telah diimbau untuk berpartisipasi menyiapkan Masjid Ramah Pemudik di wilayahnya.

Seperti Kapala KUA Kecamatan Ulaweng, Muhammad Saleh membagikan info Masjid Nurul Yakin Lappawala sebagai Masjid Ramah Pemudik di wilayahnya. Masjid ini terletak di pinggir jalan Poros Bone-Makassar tepatnya Desa Sappewalie.*

Tinggalkan Balasan