KABARTA.ID, BONE— Relawan Kesehatan Indonesia (REKAN Indonesia) berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bone menggelar kegiatan donor darah bertajuk Sedarahta (Sedekah Darah Ramadhan Setelah Tarawih) guna menjaga ketersediaan stok darah selama bulan suci Ramadhan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bone, Kamis (27/2/2026) malam, usai pelaksanaan salat Tarawih.
Pelaksanaan donor darah pada malam hari menjadi strategi panitia untuk menyesuaikan aktivitas masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Ketua Panitia, Asriadi, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa momentum Ramadhan kerap diikuti penurunan jumlah pendonor, sementara kebutuhan darah di rumah sakit tetap tinggi.
“Selama Ramadhan biasanya terjadi penurunan jumlah pendonor, sementara kebutuhan darah di rumah sakit tetap tinggi. Karena itu kami menginisiasi donor darah setelah Tarawih agar masyarakat tetap bisa berpartisipasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, satu kantong darah yang berhasil didonorkan dapat membantu hingga tiga pasien yang membutuhkan transfusi, mulai dari pasien operasi, korban kecelakaan, penderita anemia, hingga pasien dengan penyakit kronis.
Berdasarkan catatan PMI, keterbatasan stok darah sering terjadi di berbagai daerah saat bulan puasa akibat berkurangnya aktivitas donor sukarela. Kondisi tersebut mendorong REKAN Indonesia bersama PMI Bone menghadirkan inovasi melalui program Sedarahta sebagai langkah menjaga stabilitas persediaan darah.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang memberikan manfaat langsung bagi keselamatan sesama.
REKAN Indonesia juga berharap gerakan Sedarahta dapat menjadi inspirasi bagi komunitas maupun pemerintah daerah lainnya di Indonesia untuk melaksanakan kegiatan serupa, sebagai dukungan terhadap ketahanan layanan kesehatan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah selama bulan Ramadhan.
(Ju)*











