KABARTA.ID, DEPOK— Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMP Islam Athirah Bone setelah berhasil meraih Juara II tingkat nasional dalam Grand Final Lomba Kenal TKA Bintang Pelajar. Kompetisi tersebut digelar di kampus Universitas Indonesia, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, pada Ahad (15/2/2026).
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bone dan Provinsi Sulawesi Selatan, karena tim tersebut mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
Ajang yang diselenggarakan oleh lembaga bimbingan belajar Bintang Pelajar ini telah berlangsung sejak September 2025. Kompetisi tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah dan menyaring delegasi terbaik dari pulau-pulau besar di Indonesia hingga mencapai babak puncak.
SMP Islam Athirah Bone tampil sebagai perwakilan gabungan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Tim tersebut dibimbing oleh Fitriani Hafid, S.Pd., dan diperkuat oleh tiga siswa, yakni Nur Rahmi Langka, Ahmad Huzein Djasman, dan Muhammad Abyan Al Isyraq Agus.
Babak final berlangsung kompetitif dengan beberapa tahapan penilaian, mulai dari kuis berbasis waktu, tes spesialisasi mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, hingga sesi cerdas cermat yang menjadi penentu hasil akhir.
Pada babak penentuan, tim SMP Islam Athirah Bone bersaing ketat dengan SMP Citra Kasih dan SMPIT Al Abidin Surakarta. Berdasarkan hasil akhir, SMP Citra Kasih meraih Juara I, SMP Islam Athirah Bone menempati posisi Juara II, dan SMPIT Al Abidin Surakarta berada di peringkat Juara III.
Salah satu anggota tim, Ahmad Huzein Djasman, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada pembimbing, pendamping, serta penyelenggara lomba yang telah memberikan kesempatan dan penghargaan kepada para peserta.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membimbing dan mendukung kami. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk meraih hasil lebih baik di jenjang berikutnya,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa dari daerah, khususnya Bone, memiliki kemampuan dan daya saing tinggi di tingkat nasional. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan kualitas pendidikan di daerah mampu bersanding dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia.
(Ju)*











