Headlines

Angka Anak Tidak Sekolah di Bone Turun Signifikan, Ribuan Anak Kembali ke Bangku Pendidikan

244
×

Angka Anak Tidak Sekolah di Bone Turun Signifikan, Ribuan Anak Kembali ke Bangku Pendidikan

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Pemerintah Kabupaten Bone menunjukkan kemajuan nyata dalam upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan melalui kebijakan yang terarah, berbasis data, dan kolaboratif.

Berdasarkan data awal Dapodik, jumlah ATS di Bone sempat tercatat lebih dari 40 ribu anak.

Namun setelah dilakukan validasi by name by address, jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 12.000 hingga 17.000 anak usia SD sampai SMA.

ATS tersebar di seluruh jenjang pendidikan, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah pedesaan dan kantong-kantong kemiskinan.

Bupati Andi Asman menyebut, sejumlah faktor menjadi penyebab anak putus atau tidak mengenyam sekolah, di antaranya keterbatasan ekonomi, anak yang harus bekerja membantu keluarga, jauhnya akses ke sekolah, serta rendahnya motivasi melanjutkan pendidikan.

Baca Juga:  Pesan Toleransi dan Cinta Kasih Bupati dan Wakil Bupati Bone Terpilih di Momen Natal 2024

“Jika tidak ditangani secara serius, ini bisa berkembang menjadi persoalan sosial di kemudian hari,” ujar Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Senin (9/2/2026).

Sebagai arah kebijakan, Pemkab Bone memprioritaskan pengembalian ATS ke layanan pendidikan formal dan nonformal dengan dasar data Dapodik yang telah tervalidasi.

Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi untuk menampung anak-anak dari keluarga miskin dan wilayah yang sulit dijangkau layanan pendidikan.

Berbagai langkah strategis telah ditempuh, antara lain melalui Gerakan Lisu Massikola (Gerlimas) yang melakukan penjangkauan aktif ke rumah-rumah warga dan mengembalikan anak ke sekolah atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pemerintah juga memberikan subsidi dan bantuan pendidikan berupa pembiayaan sekolah serta perlengkapan belajar.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Buka Expo Kreatif Andalan 2025, Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Selain itu, jalur pendidikan nonformal seperti PKBM dan program Paket A, B, dan C dioptimalkan bagi anak-anak yang tidak memungkinkan kembali ke sekolah formal.

Upaya ini diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan dan desa, PKBM, serta mitra lainnya.

“Pemutakhiran data Dapodik harus dilakukan secara berkelanjutan agar intervensi kita tepat sasaran,” tegas Bupati.

Dengan intervensi yang terfokus, berkelanjutan, dan kolaboratif, Pemkab Bone optimistis angka Anak Tidak Sekolah akan terus menurun sehingga seluruh anak di daerah ini dapat kembali ke bangku pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik.

(Ju)*