Headlines

Pemprov Sulsel Gelontorkan Anggaran Jumbo 1 Triliun, Luwu Raya Jadi Fokus Percepatan Pembangunan

373
×

Pemprov Sulsel Gelontorkan Anggaran Jumbo 1 Triliun, Luwu Raya Jadi Fokus Percepatan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, MAKASSAR— Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menegaskan keseriusannya mendorong percepatan pembangunan di kawasan Luwu Raya melalui kucuran dana besar yang bersumber dari APBD Provinsi Sulsel serta dukungan APBN melalui mekanisme tugas pembantuan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menyatakan bahwa berbagai proyek strategis yang tengah berjalan saat ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah provinsi terhadap pemerataan pembangunan antarwilayah di Sulawesi Selatan.

“Berbagai paket infrastruktur di Luwu Raya menunjukkan komitmen Pemprov Sulsel dalam mendorong kemajuan kawasan tersebut,” kata Jufri Rahman beberapa waktu lalu.

Total anggaran pembangunan yang dialirkan ke Luwu Raya tercatat mencapai sekitar Rp1,041 triliun. Jumlah ini bahkan melampaui kontribusi pendapatan daerah Luwu Raya ke kas Pemprov Sulsel yang berada di kisaran Rp806 miliar berdasarkan realisasi APBD Sulsel Tahun Anggaran 2025.

Pendapatan tersebut berasal dari beragam jenis pajak daerah. Sementara itu, belanja pembangunan yang digelontorkan Pemprov Sulsel melalui APBD Provinsi untuk wilayah Luwu Raya mencapai sekitar Rp935 miliar, ditambah dukungan dari APBN melalui sejumlah skema pembiayaan.

Baca Juga:  Pemkab Bone Tegaskan Dukungan, Ma’had Aly As’adiyah Mantapkan Misi Cetak Kader Ulama

Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur kunci, mulai dari peningkatan konektivitas jalan, penguatan jaringan irigasi pertanian, hingga pembangunan fasilitas kesehatan regional yang representatif.

Porsi terbesar dianggarkan melalui skema Multi Years Contract (MYC) dengan nilai hampir Rp400 miliar, menjadikannya alokasi MYC terbesar dibanding wilayah lain di Sulsel. Program ini mencakup pembangunan rumah sakit regional modern di Kabupaten Luwu, penanganan jaringan irigasi sepanjang 58.540 meter untuk melayani sekitar 11.000 hektare lahan pertanian, serta peningkatan jalan strategis provinsi sepanjang lebih dari 35 kilometer.

Selain APBD, sektor pertanian di Luwu Raya juga mendapat suntikan APBN sebesar Rp107 miliar. Melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD), Pemprov Sulsel turut membuka akses menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, sepanjang 15,45 kilometer.

Baca Juga:  Dua Ranperda Mendapat Persetujuan Dari Tujuh Fraksi Di DPRD Luwu Utara.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa sejumlah paket pekerjaan jalan strategis di Luwu Raya kini memasuki tahap lelang.

Data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menunjukkan, paket VI perbaikan jalan meliputi ruas Batas Kabupaten Toraja Utara–Pantilang–Bua sepanjang 3 kilometer dan Tedong Bonga–Buntao–Batas Kabupaten Luwu sepanjang 25,96 kilometer. Ruas lain yang ditangani yakni Pantilang–Bonglo–Batas Kota Palopo (17,43 km), Batas Kabupaten Luwu–Latuppa (5,17 km), serta tiga ruas di Kota Palopo: Jalan Samiun (0,25 km), Jalan Opu Tosappaile (1,35 km), dan Jalan Pong Simpin (4,82 km).

Untuk mempercepat pelaksanaan, Dinas BMBK terus berkoordinasi dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Pemprov Sulsel. Pemerintah provinsi juga menyiapkan paket khusus untuk peningkatan akses jalan menuju Kecamatan Seko, wilayah yang selama ini dikenal dengan kondisi medan ekstrem.

Baca Juga:  Santuni Anak Yatim Piatu, Bupati Bone : Saya Pengganti Ayah Ta

Saat ini, akses ke Seko masih harus melalui jalan berlumpur, berbatu, dan jembatan kayu. Kendaraan roda empat hanya bisa mencapai Dusun Paladoan, selebihnya perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan roda dua.

Guna memperbaiki kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemprov Sulsel menyepakati skema pembiayaan bersama. KemenPU mengalokasikan Rp48 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp20 miliar.

“Prosesnya sedang berjalan, dalam waktu dekat akan segera dilelang,” ujar Andi Ihsan, Rabu (29/1).

Ia menambahkan, paket pekerjaan dari anggaran KemenPU telah memiliki pemenang lelang dan pelaksanaannya dilakukan terpisah dari APBD Sulsel.

Secara keseluruhan, kebijakan anggaran ini menegaskan arah pembangunan Pemprov Sulsel yang menitikberatkan pada pemerataan dan keadilan antarwilayah, sekaligus memperkuat struktur ekonomi regional dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar. Luwu Raya pun diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan utama Sulawesi Selatan ke depan.