KABARTA.ID, BONE—- Kolam Renang di Kompleks Stadion Lapatau Bone kini dijadikan ajanh latihan akuatik tim Bone berlaga Porprov Sulsel, Jumat (19/12/2025).
Aktivitas latihan para atlet cabang olahraga akuatik menjadi bagian dari persiapan serius Kabupaten Bone dalam menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026.
Ketua KONI Kabupaten Bone, Drs. Asiwa Karim, didampingi Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bone, Drs. Haedar, M.Si, turun langsung memantau jalannya latihan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan atlet sekaligus memperkuat komitmen pembinaan menuju ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Asiwa Karim terlihat aktif berinteraksi dengan pelatih dan atlet di lokasi latihan. Ia memantau materi latihan yang diberikan, menyerap masukan dari pelatih, serta memberikan motivasi agar atlet semakin fokus dan disiplin dalam berlatih.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja KONI Bone. Saya berupaya mendatangi seluruh cabang olahraga untuk melihat langsung kesiapan atlet dan memberi semangat agar latihan mereka semakin maksimal,” ujar Asiwa Karim.
Berdasarkan hasil pemantauan, Asiwa mengaku optimistis melihat perkembangan atlet akuatik Bone. Meski tetap melakukan evaluasi dan berdiskusi dengan pelatih terkait teknis latihan, ia menilai progres yang dicapai menunjukkan potensi peningkatan prestasi.
“Insyaallah atlet-atlet yang kita persiapkan ini mampu mencapai target, bahkan bisa melampauinya. Saya melihat peluang prestasi yang cukup besar,” katanya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Bone, Drs. A. Aspada, M.Si, menjelaskan bahwa pembinaan atlet telah dilakukan secara berkelanjutan dengan pola latihan yang terprogram.
“Latihan dilakukan lima kali dalam sepekan. Dua hari difokuskan pada latihan fisik, sementara latihan di kolam tetap dijalankan secara intensif dengan pendampingan langsung para pelatih,” jelas Aspada.
PRSI Bone menyiapkan 12 atlet yang terdiri dari enam atlet putra dan enam atlet putri. Mereka akan diturunkan di berbagai nomor, seperti gaya bebas, punggung, dada, dan kupu-kupu pada jarak 50, 100, dan 200 meter, serta nomor estafet 200 dan 400 meter, termasuk gaya ganti.
“Kami mengikuti seluruh nomor yang dipertandingkan, dengan target meraih 10 medali emas,” tegasnya.
Aspada juga mengulas capaian pada Porprov sebelumnya, di mana cabang akuatik Bone berhasil mengoleksi empat medali emas, empat perunggu, dan satu perak. Dengan pengalaman bertanding yang semakin matang, ia optimistis capaian tersebut dapat ditingkatkan.
“Kendala utama hanya terkait waktu karena sebagian atlet masih berstatus pelajar. Namun dari sisi kualitas dan pengalaman, mereka sudah sangat siap,” tambahnya.
Pemantauan latihan ini menegaskan keseriusan Kabupaten Bone dalam membidik prestasi pada Porprov Sulsel 2026. Melalui sinergi antara KONI, Dispora, PRSI, pelatih, dan atlet, cabang olahraga akuatik diharapkan menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi Bone di ajang olahraga empat tahunan tersebut. (Ju)*











