Daerah

Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi, ICRAF Latih Fasilitator Papa Gizi di Bone

101
×

Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi, ICRAF Latih Fasilitator Papa Gizi di Bone

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE — Upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga di Kabupaten Bone mendapat dukungan lembaga internasional melalui Pelatihan Fasilitator Panduan Penguatan Peran Ayah (Papa Gizi). Kegiatan yang digelar ICRAF dan CIFOR dengan dukungan Global Affairs Canada (GAC) berlangsung di Hotel Helios, 24-25 November 2025.

Pelatihan ini merupakan sinergi dua program daerah, Bina Keluarga Balita (BKB) di bawah Dinas P2KB dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) DP3A Bone. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat pemberdayaan keluarga melalui peningkatan peran ayah dalam pemenuhan pangan dan gizi.

 

Gender Specialist ICRAF, Ratnasari, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Bone telah berjalan sejak 2021 melalui program Lahan untuk Kehidupan.

Baca Juga:  Wabup Bone Hadiri Audiensi Tiran Nusantara Group, Bahas Investasi Pelabuhan Rp1,7 Triliun di Tonra

Menurutnya, pemenuhan gizi tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan ayah. “Kami ingin mendorong para ayah menjadi teladan dan aktif bersama ibu memastikan gizi keluarga,” ujarnya.

Panduan Papa Gizi disusun secara partisipatif bersama kader Puspaga dan penyuluh KB agar sesuai konteks sosial budaya Bone. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas peserta dalam edukasi gizi, pengambilan keputusan pangan rumah tangga, kesetaraan gender, serta fasilitasi kesehatan keluarga.

Akademisi Unhas, Dr. Sudirman Nasir, menilai pelibatan laki-laki dalam isu kesehatan keluarga sebagai langkah inovatif. Ia menekankan bahwa berbagai bukti ilmiah menunjukkan tingginya manfaat keterlibatan ayah terhadap kualitas hidup keluarga.

“Inisiatif seperti Papa Gizi harus menjadi contoh baik ke depan,” katanya.

Baca Juga:  Gegara Warisan, Motif Pelaku Bunuh Ipar di Amali

Gender Konsultan Laeli Sukmahayani turut menekankan pentingnya pemahaman gender dalam ketahanan keluarga. Ia menilai pembagian peran yang adil antara laki-laki dan perempuan berdampak besar pada kesehatan mental dan resiliensi keluarga.

Sementara itu, Psikolog Keluarga Unhas, Yassir Arafat Usman, menyoroti rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia pernah menempati peringkat tinggi sebagai fatherless country, yang berdampak pada perkembangan anak.

“Kehadiran ayah terbukti meningkatkan kesehatan mental ibu dan perkembangan anak,” jelasnya.

Pada sesi lanjutan, Yassir bersama Dr. Sudirman memberikan pelatihan praktis berupa teknik konseling dan komunikasi efektif untuk memudahkan pendekatan kepada ayah di masyarakat.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen meneruskan implementasi Papa Gizi di lapangan. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan pangan, gizi, dan kualitas pengasuhan keluarga di Kabupaten Bone dengan menempatkan ayah sebagai pilar penting.

Baca Juga:  September 2022, Ribuan PPPK Guru di Bone Dijadwalkan Terima SK

(Ju*).