Daerah

Kolaborasi Hijau PT Semen Tonasa dan Pemda, Ubah Sampah Jadi Energi Terbarukan

165
×

Kolaborasi Hijau PT Semen Tonasa dan Pemda, Ubah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, PANGKEP— Langkah maju dalam mengatasi krisis sampah di Sulawesi Selatan resmi diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Semen Tonasa dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ini menandai komitmen bersama dalam menciptakan energi terbarukan berbasis pengelolaan sampah, melalui pemanfaatan Refuse-Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif hasil olahan sampah rumah tangga yang dapat menggantikan sebagian penggunaan batu bara dalam proses produksi semen.

Penandatanganan MoU berlangsung di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Pangkep, bertepatan dengan Malam Ramah Tamah Puncak HUT ke-57 PT Semen Tonasa bertajuk Transformation for Sustainable Development.

Turut hadir sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, Sekda Maros Andi Davied Syamsuddin, Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Kota Parepare Adi Hidayah Saputra, serta Kadis DLHK Bulukumba Andi Uke Indah Permatasari.

Baca Juga:  Warga Kanco Curhat Soal Kondisi Infrastruktur ke Calon Bupati Andi Rio

Pada kesempatan yang sama, PT Semen Tonasa juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Sulsel Andalan Energi (Perseroda) terkait kerja sama pengangkutan serta pengadaan barang dan jasa, termasuk penyediaan semen untuk proyek SKPD/APBD Provinsi Sulawesi Selatan dan proyek di lingkungan PT Sulsel Karya Utama.

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek lingkungan dan energi bersih.

“Kolaborasi ini adalah langkah nyata menuju masa depan yang lebih hijau. Kami di PT Semen Tonasa percaya bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga peluang menciptakan nilai ekonomi baru,” ujar Anis dalam rilisnya, Minggu (2/11/2025).

“Melalui RDF, kami berupaya menggantikan sebagian kebutuhan batu bara dan menekan emisi karbon dalam proses produksi semen. Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi ini memberi manfaat bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan lingkungan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Terima Dubes Jepang, Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Ketenagakerjaan

 

 

MoU ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan solusi pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan. Para perwakilan pemerintah daerah menilai kolaborasi ini sebagai langkah inovatif yang mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Dengan adanya jaminan pasar dari PT Semen Tonasa sebagai pengguna RDF, kami yakin sampah yang sebelumnya menjadi persoalan dapat diubah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan,” ujar Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.

Hak senada disampaikan Wabup Bone, Andi Akmal Pasluddin yang mengapresiasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Bone terhadap kiprah PT. Semen Tonasa sebagai salah satu perusahaan berperan besar dalam pembangunan di kawasan Timur Indonesia.

Pengelolaan sampah berbasis refuse-derived fuel (RDF) ini merupakan kolaborasi yang akan memperkuat kapasitas daerah dalam pengelolaan sampah, terutama dalam aspek teknologi dan edukasi publik.

“Kita belajar dari industri besar seperti Semen Tonasa tentang bagaimana mengubah sampah menjadi sumber energi. Ini sinergi yang sangat berharga bagi Bone,” tuturnya.

Baca Juga:  Ribuan Penonton Padati Drag Night Bone, Wabup : Kita Jadikan Event Tahunan di Jalan Perintis

Sebagai produsen semen terbesar di kawasan timur Indonesia, PT Semen Tonasa menempatkan program RDF sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. RDF yang dihasilkan dari pengolahan sampah kota akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan untuk mendukung operasi pabrik, sekaligus membantu pencapaian target pengurangan emisi karbon dan penggunaan energi fosil.

Program ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ekonomi sirkular dan menekan dampak lingkungan akibat timbunan sampah perkotaan. PT Semen Tonasa tidak hanya bertindak sebagai off-taker (penyerap RDF), tetapi juga siap mendampingi pemerintah daerah dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah hingga tahap operasional.

Dengan sinergi antara dunia industri dan pemerintah daerah, Sulawesi Selatan kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi provinsi percontohan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kolaborasi ini membuktikan bahwa solusi atas persoalan sampah dapat diwujudkan melalui inovasi, kemitraan, dan komitmen lintas sektor menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

(MUN)*