Headlines

Perpustakaan Mandiri Desa Bacu Raih Juara 2 Nasional, Jadi Teladan Literasi dari Bone untuk Indonesia

581
×

Perpustakaan Mandiri Desa Bacu Raih Juara 2 Nasional, Jadi Teladan Literasi dari Bone untuk Indonesia

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, JAKARTA– Desa Bacu, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Perpustakaan Mandiri Desa Bacu berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang Apresiasi Perpustakaan Umum Terbaik Desa/Kelurahan Tingkat Nasional 2025 Wilayah 3 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi tidak hanya tumbuh di perkotaan, tetapi juga dapat berkembang pesat di desa melalui kolaborasi pemerintah dan partisipasi masyarakat.

Kepala Desa Bacu, Andi Darmawati, S.Pd., bersama Kepala Perpustakaan Mandiri Desa Bacu, Sry Wahyuni, S.Sos., hadir langsung di Jakarta untuk mempresentasikan inovasi dan program unggulan Perpustakaan Mandiri Desa Bacu di hadapan dewan juri nasional.

Dalam presentasinya, mereka memaparkan berbagai terobosan yang dilakukan desa dalam membangun budaya baca masyarakat berbasis teknologi dan kearifan lokal.

Baca Juga:  Melayani Area Persawahan Seluas 21.000 Ha. Bendung Baliase Siap Diresmikan Tahun Ini

“Alhamdulillah, Perpustakaan Mandiri Desa Bacu dapat meraih juara dua tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan sekaligus penghargaan atas kerja keras seluruh masyarakat Desa Bacu,” ujar Kepala Desa Bacu, Andi Darmawati, Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari semangat gotong royong seluruh warga desa, dukungan pemerintah kabupaten, serta bimbingan teknis dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bone.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Mandiri Desa Bacu, Sry Wahyuni, menambahkan bahwa perjalanan menuju juara nasional ditempuh melalui proses panjang dan penuh dedikasi.

“Dari awal kami berjuang di tingkat kabupaten, lalu provinsi, dan akhirnya dipercaya mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional. Meraih juara dua nasional adalah hasil kerja keras yang luar biasa,” ucapnya dengan penuh syukur.

Baca Juga:  Angin Kencang Rusak Rumah Panggung di Amali, Polsek Beri Bantuan

Sry Wahyuni menjelaskan bahwa Perpustakaan Mandiri Desa Bacu buka setiap hari kerja, mulai Senin hingga Jumat, dan selalu ramai dikunjungi oleh siswa, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Denga menyediakan fasilitas wifi gratis, ruang baca terbuka, dan pojok digital. Perpustakaan ini juga jadi tempat favorit anak-anak untuk mengerjakan tugas sekolah.

Kesuksesan Perpustakaan Mandiri Desa Bacu juga tak lepas dari konsep bangunannya yang memadukan kearifan lokal dengan kemajuan teknologi.

Perpustakaan ini berdiri di atas rumah panggung khas Bugis, dikelilingi taman ketahanan pangan dan dua gazebo terbuka yang menjadi tempat nyaman bagi pengunjung untuk membaca dan berdiskusi.

Dibangun sejak tahun 2023, perpustakaan ini kini memiliki lebih dari 4.000 koleksi buku, taman baca, pojok digital, serta fasilitas teknologi modern seperti tujuh unit komputer dan lima tablet yang terkoneksi internet.

Baca Juga:  Penyuluh Agama Islam Bantu Pemerintah Melalui Mimbar Dakwah

Selain itu, perpustakaan ini dilengkapi dengan jaringan wifi gratis untuk pengunjung, menjadikannya pusat belajar digital di wilayah pedesaan.

Dengan konsep yang memadukan kearifan lokal, inovasi digital, dan semangat gotong royong, Perpustakaan Mandiri Desa Bacu kini menjelma menjadi ikon literasi desa di tingkat nasional.

Dari sebuah rumah panggung sederhana di pedesaan Bone, lahirlah pusat belajar yang membuka cakrawala masyarakat terhadap dunia pengetahuan dan teknologi.

Capaian ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu dengan semangat literasi, kemajuan bukan hanya milik kota besar tetapi juga dapat tumbuh dari desa yang penuh tekad dan inovasi seperti Desa Bacu.

(Ju)