Headlines

500 Peserta Ikuti Apel Peringati Hari Santri Nasional di Pangkep

204
×

500 Peserta Ikuti Apel Peringati Hari Santri Nasional di Pangkep

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, PANGKEP–– Sebanyak 500 peserta mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pangkep, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di sembilan titik pondok pesantren dan dipusatkan di Pondok Pesantren Wisata Al-Qur’an (PWQ), Jl. Kemakmuran, Poros Makassar–Pare pare, Kabupaten Pangkep.

Para peserta berasal dari empat pondok pesantren serta sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini, di antaranya Pondok Pesantren Wisata Al-Qur’an (PWQ), Pondok Pesantren Al-Busraq, Pondok Pesantren Hidayatullah, Pondok Pesantren Darul Mutaqin, serta PAUD Nurul Falaq, PAUD Amanah An-Nisa, dan PAUD Besse Atira.

Sembilan titik pelaksanaan peringatan tersebar di PWQ, Pesantren Ar Rahman DDI Galla Raya, Pesantren Mabaul Ulum, Pesantren Penghafal Al-Qur’an Plus Dakwah dan Tilawah Jagong, Pesantren Darul Qur’an Sela, Pesantren Modern IMMIM Putri, Pesantren Sholawatul Is’ad, Pesantren Assiratal Mustaqim, dan Pesantren Syaikh Zainuddin NW Malaka.

Baca Juga:  Pemprov Sulsel Mulai Tahap Awal Pengadaan Lahan 20 Hektar untuk Pembangunan SMA di Bone

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, yang menegaskan peran santri dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mengambil bagian dalam percaturan global dengan membawa nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Muhammad Nur Khalik, dalam amanatnya menegaskan bahwa Hari Santri merupakan momentum kebangkitan santri Indonesia.

“Santri sekarang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri,” ujarnya.

Ia berpesan agar santri senantiasa menjunjung ilmu, akhlak, dan kemandirian. “Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja, hingga ranah internasional,” tutupnya.

Baca Juga:  Fraksi Ampera dan Gokar Setujui Ranperda RPJMD Bone 2025–2029

Selain apel, kegiatan turut diisi dengan pembacaan ikrar santri, doa bersama untuk bangsa, serta penampilan seni Islami dari para santri Kabupaten Pangkep.

Ketua FKPP Pangkep, Dr. K.H. M. Nazwarulhaq, menyampaikan harapannya agar pondok pesantren terus menjadi garda moral bangsa.

“Mudah-mudahan pondok pesantren senantiasa memiliki tempat di hati masyarakat. Kami berkomitmen mewujudkan pesantren ramah anak, sebagai wadah pendidikan yang menumbuhkan nilai agama, kasih sayang, dan karakter mulia,” ujarnya.

Peringatan berlangsung khidmat dan penuh antusias, mencerminkan kuatnya peran pesantren dalam membangun generasi yang berakhlak dan siap menghadapi tantangan zaman.(MUN)*