KABARTA.ID, JAKARTA — Mentan RI yang juga putera daerah Bone, Sulsel, Andi Amran Sulaiman terus mengajak bawahannya untuk menjauhi praktik korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).
Mentan Amran menyampaikan pesan tegas di Hari Antikorupsi dengan membagikan sajadah dan tikus kepada sejumlah staf Kementan, sebagai simbol komitmen Mentan Amran untuk memberantas praktik korupsi.
“Manakala sujud di atas sajadah ini, ingatlah anak dan istri di rumah. Kalau Anda terjebak masalah akibat korupsi, bukan hanya Anda yang menderita, tapi juga keluarga – pasangan dan anak-anak Anda,” ungkap Mentan Amran saat peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2024 di Lapangan Kantor Pusat Kementan, Jakarta, dilansir kabarta.id, Minggu (15/12/2024).
Perwakilan staf yang maju mendapatkan sajadah dan tikus adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang selama ini turut berwenang dalam menentukan tender.
Mentan Amran ingin sajadah menjadi pengingat di kala sujud untuk senantiasa berbuat baik dan menghindari korupsi agar tidak merugikan diri sendiri dan keluarga.
Sementara tikus, diberikan sebagai simbol peringatan bagi para staf Kementan akan potensi perilaku korupsi.
“Kita harus bisa membentengi para pegawai kita. Kalau kita berhasil membentengi pegawai, Kementan akan terhormat dan kita pun bisa memenuhi amanah Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target swasembada pangan secepat-cepatnya,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta (13/12).
(AJ)*