Advertorial

Tri Ismawati Apresiasi Pemkot Bontang Naikkan Gaji TKD

987
×

Tri Ismawati Apresiasi Pemkot Bontang Naikkan Gaji TKD

Sebarkan artikel ini

KABARTA ID, BONTANG — Gaji Tenaga Honorer atau Tenaga Kontrak Daerah (TKD) lingkup Pemkot Bontang alami kenaikan pada Agustus 2024.

Kenaikan yang dilakukan Pemkot Bontang sebesar 3,81 persen atau dikisaran Rp3.549.307.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Tri Ismawati, memuji Pemkot Bontang yang memperhatikan tenaga honorer dengan menaikkan gaji mereka.

Dia berharap dengan ini dapat mencegah lonjakan pengangguran meskipun saat ini sudah tidak ada lagi penerimaan tenaga honorer baru di Bontang.

“Kita sudah tidak ada penerimaan tenaga honorer, adanya hanya tenaga honor paruh waktu. Ini untuk mengantisipasi adanya lonjakan. Apalagi, gaji honor kita terbilang tinggi,” sebutnya.

Tri juga menambahkan, dengan tingginya upah yang ditawarkan, tidak heran jika Kota Taman – julukan lain Kota Bontang menjadi tujuan banyak orang yang ingin mencari pekerjaan.

Baca Juga:  DPRD Bontang Pertanyakan Penurunan PAD PPJ Dalam APBD Perubahan

“Saya merasakan hal ini, mungkin bukan hanya saya saja. Banyak orang yang datang ke sini, kadang saya bisa menebak apakah mereka orang Bontang atau bukan,” katanya.

Ketika ditanya apakah dirinya mendukung kenaikan gaji ini, politisi Pergantian Antar Waktu (PAW) dengan Ranking tersebut menegaskan dukungannya selama sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) para tenaga honorer.

“Saya mendukung, asal sesuai dengan tupoksinya. Karena kemarin sempat ada komentar terkait tenaga honor yang dikatakan tidak ada kerjaannya. Padahal, justru mereka yang lebih banyak turun ke lapangan dan bekerja lebih keras,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya penyesuaian anggaran agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga:  DPRD Bontang Umumkan Ketua Definitif, Berikut Nama-namanya

“Yang penting sesuai APBD aja, jadi tidak membebani. Tapi kalau kita lihat anggarannya, saya rasa tidak akan membebani. DPRD juga tetap mengawasi agar tidak ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa), apalagi waktu kita tinggal empat bulan untuk menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,3 triliun,” tutupnya.

Kenaikan gaji ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer di Bontang serta menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Timur untuk lebih memperhatikan nasib tenaga honorer yang telah berkontribusi besar dalam pelayanan publik.