Peristiwa

Warga Passippo Keluhkan Polusi Debu dan Asap Pabrik Aspal PT Ridwan Jaya Lestari

345
×

Warga Passippo Keluhkan Polusi Debu dan Asap Pabrik Aspal PT Ridwan Jaya Lestari

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Warga Desa Passippo Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulsel mengeluhkan Pabrik Pengolahan Aspal.

Pasalnya, polusi debu dan asap hitam berbau yang mengancam kesehatan warga yang bersumber dari Pabrik Pengolahan Aspal.

“Lagi-lagi Pabrik Aspal PT Ridwan Jaya Lestari memberikan dampak polusi bagi pemukiman warga sekitar pabrik,” keluh salah satu warga setempat Samsu, kabarta.id

Lebih lanjut Samsu menyebutkan, meskipun aktivitas pabrik menggunakan corong asap, tetap saja debu dan asap berbau mengganggu warga sekitar. Aktivitas ini disebutnya sudah berlangsung beberapa hari namun semakin hari semakin banyak debu dan asap berbau.

Samsu menduga pihak pabrik melakukan operasi pengaspalan tanpa memperhatikan dampak polusi bagi warga. Ia juga tak melihat adanya perbaikan pada pabriknya, yang sebelumnya menjanjikan akan mendatangkan alat baru yang ramah lingkungan.

Baca Juga:  Warga Desa Tadampalie Melapor Dianiaya Oknum Polisi, Kapolres Bone: Akan Ditangani Secara Profesional

“Ditambah operasi pabrik aspal di mulai jam 9 pagi sampai jam 8 malam, membuat warga mengeluh karena tidak bisa menjemur pakaian di luar rumah karena polusi. Lebih-lebih dampak bagi kesehatan warga sekitar,” lanjutnya.

Warga meminta pihak pabrik untuk serius melakukan pembenahan pabrik aspal yang ramah lingkungan sebagaimana yang telah dijanjikan sebelumnya. Agar aktivitas pabrik dapat berjalan lancar dan tidak mengancam kesehatan warga.

“Butuh perhatian Pemerintah untuk menjaga lingkungan sehat bagi warga sekitar pabrik aspal,”tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Pabrik Aspal di Desa Passippo, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, debu hitam yang diduga berasal dari aktivitas pabrik tersebut sudah makin parah hingga masuk di rumah warga.

Baca Juga:  Sopir Truk Tabrak Warga, Diancam Pasal Pembunuhan

“Parah (debu diduga dari aktivitas pabrik pengolahan aspal Passippo) karena sudah masuk dalam rumah. Tidak ada perbaikan atau solusinya dari pihak pabrik,” keluh salah satu warga setempat, Samsu.

(AJ)*