Advertorial

Cleaning Service Tuntut Tunggak Gaji, DPRD Gelar RDP

379
×

Cleaning Service Tuntut Tunggak Gaji, DPRD Gelar RDP

Sebarkan artikel ini

Bontang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait sisa gaji cleaning service yang belum terbayar.

Adapun yang hadir dalam rapat ini puluhan cleaning service,  PT Timorano Putra Mandiri dan Disnaker Kota Bontang.

Rapat ini berlangsung di Lantai II DPRD Bontang, Kaltim, Selasa (28/11/2023).

Salah seorang cleaning service, Jumiati Nurdin mempertanyakan kenapa hanya sebagian karyawan yang belum dilunasi gajinya.

Dari 86 orang total karyawan, 23 diantaranya gajinya sudah terbayar lunas, sedangkan 63 orang lainnya masih dalam proses dan dibayar separuh dari gaji pokok Rp3,3 juta.

“Sampai sekarang ini baru 23 orang selesai dibayar. Masing-masing dapat Rp3,3 juta,”jelas Jumiati.

Baca Juga:  Komisi III Harap Gedung Baru Uji Kir Segera Digunakan

Dia menjelaskan dari 63 orang yang belum lunas pembayaran, menerima gaji secara diangsur dari pihak manajemen PT Timorano Putra Mandiri.

Pembayaran sisa gaji sudah dilakukan dua kali pada bulan Januari dan Februari tahun 2023. Untuk Januari di transfer sebesar Rp23 juta untuk 56 karyawan, kemudian Februari dibagikan Rp17 juta untuk 55 orang.

“Namun ada beberapa tidak tercatat karena mereka meminta secara pribadi ke pihak pimpinan,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bontang, meminta kejelasan dari PT Timorano Putra Mandiri mengapa gaji mantan karyawannya belum dibayar penuh.

“Kami ingin tahu alasan gaji masih menunggak,”jelasnya.

Memang pihak perusahaan punya keinginan untuk membayar gaji secara bertahap, namun dia berharap ini berlangsung lebih lama.

Baca Juga:  Ketua Komisi A DPRD Bontang Dorong Anggaran Stunting Fokus Ditangani Dinkes dan Kecamatan

Pasalnya tunggakan gaji kata dia, sudah cukup menguras kesabaran para cleaning service karena sudah hampir setahun.

“Bisa saja para cleaning service punya keperluan mendesak,”jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Febri Patompo, Direktur PT Timorano Putra Mandiri, berharap kepada mantan karyawannya untuk bersabar dan berjanji akan membayar lunas gaji mereka secara bertahap.

“Ada masalah internal perusahaan yang tidak saya sebutkan sehingga pembayar gaji masih belum lunas sampai sekarang,”jelasnya.

Pihaknya juga tidak ingin masalah tunggakan gaji berlarut-larut, namun dirinya juga tidak bisa berbuat banyak karena juga diterpa masalah internal.

“Kalau ada yang mau datang ke rumah saya akan terima. Soal gaji itu jangan terlalu khawatir, akan diangsur kok,”pungkasnya.

Baca Juga:  Pintu Air di Api-Api Belum Berfungsi Maksimal, Komisi B Desak Pemkot Benahi