Daerah

Puluhan Tahun Dinanti, Akhirnya Jalan di Tea Musu Bone Diaspal ‘2 Jengkal’

392
×

Puluhan Tahun Dinanti, Akhirnya Jalan di Tea Musu Bone Diaspal ‘2 Jengkal’

Sebarkan artikel ini
Foto aspal di wilayah Desa Tea Musu

BONE, KABARTA.ID- Pasca hanya sering difoto dan diukur oleh petugas pengerjaan jalan, jalan poros yang menghubungkan sejumlah kecamatan bahkan antar kabupaten tepatnya di Desa Tea Musu Kecamatan Ulaweng Bone akhirnya diaspal 2 jengkal.

Ungkapan sepanjang 2 jengkal tersebut bukanlah panjang pengerjaan jalan sebenernya, melainkan ungkapan senang sekaligus sindiran masyarakat pengguna jalan di desa itu ketika melihat pengaspalan hanya menyentuh sepanjang ratusan meter.

Pengaspalan jalan sepanjang ratusan meter tersebut sebagai bagian dari proyek pengaspalan jalan poros dari arah Pasar Koppe Kecamatan Bengo hingga dusun Todda Bonga Desa Tea Musu. Pengaspalan jalan seutuhnya merupakan proyek yang dinanti-nanti masyarakat sejak puluhan tahun silam.

Sebab kondisi sambungan jalan yang telah diaspal di desa tersebut terpantau makin memperihatinkan. Tampak kembali berkubang setelah sebelumnya sempat mendapat perbaikan dengan ditimbun dan diratakan oleh alat berat.

Baca Juga:  No Urut Calon Kades Tea Musu Ditetapkan Besok, Tripika Sudah Diundang

“Untuk wilayah desa Tea Musu, yang diaspal panjangnya melewati beberapa tiang listrik, berarti itu ratusan meter panjangnya yang sudah diaspal,”ungkap salah seorang warga setempat kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Warga desa Tea Musu berharap agar sepanjang jalan di desanya hingga tembusan ke poros kecamatan Amali dapat diaspal tahun depan. Pasalnya, kondisi jalan saat ini kembali berkubang lantaran musim hujan telah tiba.

Diberitakan sebelumnya, pasca sering difoto dan diukur oleh petugas pengerjaan jalan, jalan poros yang berstatus jalan nasional ini ini mendapat perbaikan dengan ditimbun bagian jalan yang berlubang dan meratakannya dengan alat berat.

Sebelumnya, sambungan jalan yang sudah diaspal ratusan meter tersebut mengalami kerusakan parah mirip empang hingga mendapat perbaikan dan kini kembali berkubang di sejumlah titik jalan.

Baca Juga:  Mantan Sekda : Lutra Masih Butuh Ibu Indah

Jalan ini sudah puluhan tahun hanya menanti perbaikan menyeluruh. Akibatnya aspal terus mengelupas, tanah dan batu-batu berserak, serta sejumlah lubang besar menganga mirip empang yang membahayakan warga pengguna jalan.

Salah satu warga setempat yang enggan dimediakan namanya mengatakan, kerusakan jalan di sepanjang jalan di desa tempat tinggalnya diperkirakan sudah mencapai kurang lebih 92 persen tingkat kerusakan.

Mirisnya, kata dia, jalan poros yang sudah berkali-kali difoto, dipatok dan diukur oleh petugas jalan itu, hingga saat ini tak kunjung mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.

“Sering difoto dan dipatok saja tidak dikerja. Akibatnya, ya makin parah rusaknya. Kalau hujan kaya empang dan saat musim kemarau berdebu. Menggangu pengendara dan berbahaya, berpotensi laka lantas,” ungkapnya.*

Baca Juga:  Catatkan Sejarah di Sulsel, Dua Klan Sulaiman Bakal Dilantik Jadi Gubernur - Bupati oleh Presiden Prabowo