KABARTA.ID, WATAMPONE—Meskipun masih pandemi Covid-19 sampai saat ini, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Wajo sampai dengan bulan November 2021 mencapai sebesar Rp1,02 triliun dan merupakan peringkat ketiga bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan bulan November 2021, realisasi KUR di Kabupaten Wajo tercatat sebesar Rp1,02 triliun dan mengalami pertumbuhan sebesar 23,44% bila dibandingkan dengan realisasi KUR bulan November 2020 sebesar Rp825,95 miliar.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Wajo juga merupakan yang terbesar ketiga yaitu sebanyak 28.065 debitur atau 7,59% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 369.816 debitur sampai dengan bulan November 2021.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Wajo. Yaitu sebesar Rp720,60 miliar atau 70,68% dari total realisasi sebesar Rp1,02 triliun. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp269,45 miliar atau 26,43%. Sementera, untuk Kredit Super Mikro (Supermi) terealisasi sebesar Rp29,51 miliar atau 2,89%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Wajo, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan bulan November 2021. Yaitu sebesar Rp782,58 miliar atau 76,76% dari total sebesar Rp1,02 triliun. Disusul Bank Mandiri sebesar Rp124,86 miliar atau 12,25%. Bank BNI sebesar Rp85,56 miliar atau 8,39%. Bank Syariah Mandiri sebesar Rp16,67 miliar atau 1,64%. BPD Sulselbar sebesar Rp5,60 miliar atau 0,55%. BNI Syariah sebesar Rp1,96 miliar atau 0,19%. Bank BRI Syariah sebesar Rp1,38 miliar atau 0,14%. Bank Tabungan Negara sebesar Rp500,00 juta atau 0,05%. Bank Sinarmas sebesar Rp350,00 juta atau 0,03%. Dan Bank BRI AGRO sebesar Rp100 juta atau 0,01%.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Wajo terdapat tiga penyumbang terbesar. Yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sampai dengan bulan November 2021 yaitu sebesar Rp658,62 miliar atau 64,60%. Disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp224,60 miliar atau 22,03%. Dan ketiga sektor Perikanan sebesar Rp63,07 miliar atau 6,19%. Adapun sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman menilai semakin banyak pelaku UMKM yang memanfatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah.
“Hal tersebut disebabkan KUR mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, bukti nyata Pemerintah hadir membantu UMKM maju,” katanya dalam keterangan tertulis ke kabarta.id, Selasa (14/12/2021).(RIL/AJ).*